Pengaruh Pemberian Jogging Untuk Meningkatkan VO2max Pada Perokok Aktif Di Kelurahan Pulai Anak Air Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Sulastri, Tuti
Advisor:
Silvia
Utami, Rindu Febriyeni
Utami, Rindu Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Jogging, VO2max, Perokok Aktif.
DOI:
-
Abstract :
Perokok aktif adalah asap rokok yang berasal dari isapan perokok atau asap
utama pada rokok yang di hisap. Seorang yang memiliki kebiasaan merokok 200 bungkus dalam setahun akan mengalami penurunan VO2max minimal 0,85 ml.kg1.min-1 tetapi jika melebihi 200 bungkus dalam setahun, akan mengalami
penurunan VO2max minimal 1.71 ml.kg-1.min-1. Jika seseorang merokok
VO2maxnya akan menurun, supaya VO2maxnya tidak menurun disarankan
kepada perokok aktif untuk melakukan joggingminimal tiga kali seminggu supaya VO2max nya tetap normal. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Jogging UntukMeningkatkan VO2max Pada Perokok Aktif Di Kelurahan Pulai Anak Air Bukittggi tahun Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Ekperimen Design one group Pre Test Post Test dengan metode pendekatan PreTes-PosTes untuk melihat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jogging terhadap meningkatkan VO2max pada perokok aktif. Sample dalam penelitian ini adalah 38 responden. Teknik pengambilan smpel dilakukan dengan cara purposing sampling. Hasil penelitian menunjukan rata-rata VO2max sebelum dilakukan pemberian joggingpada perokok aktif yaitu sebesar 32,95, rata-rata VO2max setelah dilakukan pemberian jogging pada perokok aktif yaitu sebesar 46,89, pengaruh jogging untuk meningkatkan VO2max pada perokok aktif yaitu P-value 0,0005. Kesimpulannya yaitu adanya pengaruh pemberian jogging terhadap VO2max pada perokok aktif. Jika seseorang merokok VO2maxnya akan menurun,
supaya VO2maxnya tidak menurun disarankan kepada perokok aktif untuk
melakukan jogging minimal tiga kali seminggu supaya VO2maxnya tetap normal.
utama pada rokok yang di hisap. Seorang yang memiliki kebiasaan merokok 200 bungkus dalam setahun akan mengalami penurunan VO2max minimal 0,85 ml.kg1.min-1 tetapi jika melebihi 200 bungkus dalam setahun, akan mengalami
penurunan VO2max minimal 1.71 ml.kg-1.min-1. Jika seseorang merokok
VO2maxnya akan menurun, supaya VO2maxnya tidak menurun disarankan
kepada perokok aktif untuk melakukan joggingminimal tiga kali seminggu supaya VO2max nya tetap normal. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Jogging UntukMeningkatkan VO2max Pada Perokok Aktif Di Kelurahan Pulai Anak Air Bukittggi tahun Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Ekperimen Design one group Pre Test Post Test dengan metode pendekatan PreTes-PosTes untuk melihat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jogging terhadap meningkatkan VO2max pada perokok aktif. Sample dalam penelitian ini adalah 38 responden. Teknik pengambilan smpel dilakukan dengan cara purposing sampling. Hasil penelitian menunjukan rata-rata VO2max sebelum dilakukan pemberian joggingpada perokok aktif yaitu sebesar 32,95, rata-rata VO2max setelah dilakukan pemberian jogging pada perokok aktif yaitu sebesar 46,89, pengaruh jogging untuk meningkatkan VO2max pada perokok aktif yaitu P-value 0,0005. Kesimpulannya yaitu adanya pengaruh pemberian jogging terhadap VO2max pada perokok aktif. Jika seseorang merokok VO2maxnya akan menurun,
supaya VO2maxnya tidak menurun disarankan kepada perokok aktif untuk
melakukan jogging minimal tiga kali seminggu supaya VO2maxnya tetap normal.