Pengaruh Pemberian Modalitas Laser, Massage Dan Terapi Latihan Terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional Wajah Pada Kondisi Bells Palsy Di Rumah Sakit TK. III 01.06.01 dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2020
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Affitriyanti, Aldina
Advisor:
Olyverdi, Reza
Utami, Rindu Febriyeni
Utami, Rindu Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bell’s Palsy, Laser, Massage, Terapi Latihan.
DOI:
-
Abstract :
Bells palsy adalah kelemahan atau kelumpuhan saraf wajah (nervus fasialis) pada sisi sebelah wajah. Kondisi ini menyebabkan ketidakmampuan penderita menggerakkan wajahnya secara sadar (volunter) pada sisi yang sakit. Pada penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain one group
pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien bells palsy di Rumah Sakit TK.III 01.06.01 dr. Reksodiwiryo Padang sebanyak 26 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 17 orang yang menderita bells palsy. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling, yaitu mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi sebanyak 8 kali perlakuan di dapatkan nilai mean post aktivitas fungsional wajah = 33,73 dan nilai signifikan (p) = 0,0005 < a = 0,05. Ho ditolak Ha diterima yang berarti adanya pengaruh pemberian modalitas laser, massage dan terapi latihan terhadap peningkatan aktivitas fungsional wajah pada kondisi bells palsy. Dapat disimpulkan bahwa intervensi laser, massage dan terapi latihan berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas fungsional wajah pada kondisi bells palsy. Oleh karena itu, penerapan intervensi laser, massage dan terapi latihan sangat penting dilakukan dalam proses
penyembuhan pada kondisi bells palsy.
pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien bells palsy di Rumah Sakit TK.III 01.06.01 dr. Reksodiwiryo Padang sebanyak 26 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 17 orang yang menderita bells palsy. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling, yaitu mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi sebanyak 8 kali perlakuan di dapatkan nilai mean post aktivitas fungsional wajah = 33,73 dan nilai signifikan (p) = 0,0005 < a = 0,05. Ho ditolak Ha diterima yang berarti adanya pengaruh pemberian modalitas laser, massage dan terapi latihan terhadap peningkatan aktivitas fungsional wajah pada kondisi bells palsy. Dapat disimpulkan bahwa intervensi laser, massage dan terapi latihan berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas fungsional wajah pada kondisi bells palsy. Oleh karena itu, penerapan intervensi laser, massage dan terapi latihan sangat penting dilakukan dalam proses
penyembuhan pada kondisi bells palsy.