Pengaruh pemberian intervensi TENS terhadap pangurangan nyeri pada penderita Osteoarthritis Genu di RSAM Bukittinggi tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Fitrini
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Intervensi TENS, penderita Osteoarthritis Genu
DOI:
-
Abstract :
Osteoarthritis (OA) lutut adalah gangguan yang terjadi pada satu atau lebih sendi lutut, awalnya oleh adanya gangguan lokal pada kartilago dan bersifat progresif degeneratif, remodeling pada tulang subkondral dan inflamasi sekunder membrane synovial. Di Indonesia prevalensi OA lutut yang tampak secara radiologic mencapai 15,5% pada pria dan 12,7%. Dimana OA menyerang sendi-sendi penopang berat badan sehingga sendi lutut dapat mengalami keterbatasan gerak apabila tidak digerakkan akibat nyeri dan otot sekitar sendi lutut terutama otot quadriceps mengalami atrofi dan menjadi lemah. Menurunnya fungsi otot akan mengurangi stabilitas sendi terutama sendi penumpu berat badan sehingga dapat memperburuk keadaan penyakit dan menimbulkan deformitas. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan test dalam satu kelompok (Design one group PreTest PostTest). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-juni 2015 dengan jumlah populasi 55 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling sehingga di dapatkan sampel sebanyak 8 orang penderita Osteoarthritis Genu. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi yaitu pengukuran nyeri responden. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi uji t-dependent test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata nyeri responden sebelum intervensi adalah 7,50 dan rata-rata nyeri setelah intervensi 4,38. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata nyeri sebelum dan sesudah pemberian intervensi TENS dengan beda rata-rata = 3,125 dan p=0,000 dengan standar deviasi 0,641. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi TENS efektive dapat menurunkan nyeri pada penderita Osteoarthritis Genu. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan terapi sesuai dengan jadwalnya.