Pengaruh Pemberian Ultrasound Therapy dan William Flexion Exercise Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Lumbal Pada Penderita Low Back Pain di RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Wulandari, Aristia
Advisor:
Ishak, Misrawati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pemberian Ultrasound Therapy dan William Flexion Exercise, Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Lumbal, Penderita Low Back Pain
DOI:
-
Abstract :
Low Back Pain dapat dicegah dengan melakukan latihan fisik dan terapi. William Flexion adalah latihan yang dirancang secara otomatis akan melatih kekuatan otot panggul sedangkan Ultrasound adalah terapi menggunakan gelombang suara tinggi (frekuensi > 20.000 Hz). Pemberian intervensi ini mampu membantu tubuh pasien agar tetap bugar, karena Ultrasound dan William Flexion Exercise mampu melatih tulang tetap kuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ultrasound dan william flexion dengan peningkatan lingkup gerak sendi di RSAM Bukittinggi. Penelitian ini bersifat Quasi eksperimen, dengan analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji statistic non parametrik dengan metode Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 29 juni-14 juli 2015 dan populasi adalah seluruh penderita Low back Pain di RSAM Bukittinggi berjumlah 128 orang dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur LGS Goneometer serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan Ultrasound dan William Flexion dengan peningkatan LGS dengan pvalue = flexi 0.038 ekstensi 0.042 lateralflexi 0.046 dengan rata-rata lgs sebelum dan sesudah intervensi flexi 3.00 ekstensi 3.00 lateralflexi 2.50 dapat disimpulkan adanya pengaruh Ultrasound dan William Flexion dengan peningkatan LGS. Dengan adanya pengaruh ultrasound dan William Flexion terhadap peningkatan LGS pada penderita low back pain diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan terapi sesuai dengan jadwalnya.