Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan BBLR Terhadap Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Mulyadi, Fujianda
Advisor:
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Status sosial ekonomu, Berat balita lahir dan Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunting pada anak merupakan indicator utama dalam menilaikualitas modal
sumber daya manusia di masa mendatang. Gangguan pertumbuhan yang diderita anak pada awal kehidupan, pada hal ini stunting dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Prevalensi stunting di Indonesia 37,2%, di Sumatera Barat 32,8% dan di Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi 11,93%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi daan BBLR terhadap kejadian stunting pada balita di Pusksmas Guguk Panjang Bukittinggi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, metode penelitiannya survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan tekhnik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan
di Puskesmas Guguk Panjang Bukitinggi pada bulan agustus tahun 2020. Populasi berjumlah 829 anak, dengan jumlah sampel 90 orang respnden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan analiis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 58,9% status ekonomi keluarga rendah, dan 25,6% anak dengan BBLR. Hasil uji statistic menggunakan analisa chi-square didapatkan nilai p value pada status ekonomi (0,000) dan p value pada BBLR (0,038). Kesimpulan terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dan BBLR dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan kepada tenaga kesehatan, kader, dan instansi terkait untuk lebih giat dan aktif dalam memberikan penyuluhan tentang faktor-faktor yang menyebabkan stunting pada anak balita.
sumber daya manusia di masa mendatang. Gangguan pertumbuhan yang diderita anak pada awal kehidupan, pada hal ini stunting dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Prevalensi stunting di Indonesia 37,2%, di Sumatera Barat 32,8% dan di Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi 11,93%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi daan BBLR terhadap kejadian stunting pada balita di Pusksmas Guguk Panjang Bukittinggi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, metode penelitiannya survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan tekhnik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan
di Puskesmas Guguk Panjang Bukitinggi pada bulan agustus tahun 2020. Populasi berjumlah 829 anak, dengan jumlah sampel 90 orang respnden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan analiis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 58,9% status ekonomi keluarga rendah, dan 25,6% anak dengan BBLR. Hasil uji statistic menggunakan analisa chi-square didapatkan nilai p value pada status ekonomi (0,000) dan p value pada BBLR (0,038). Kesimpulan terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dan BBLR dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan kepada tenaga kesehatan, kader, dan instansi terkait untuk lebih giat dan aktif dalam memberikan penyuluhan tentang faktor-faktor yang menyebabkan stunting pada anak balita.