Hubungan Pola Makan, Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Gejala Rematik pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Palupuh Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Tahun 2015

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Utari, Suci Syofia
Advisor:
Afriyanti, Detty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Rematik, Pola Makan, Obesitas, dan Aktivitas Fisik
DOI:
-
Abstract :
Tingginya prevalensi penyakit rematik di Indonesia yaitu sekitar 80% penduduk yang berusia lebih 40 mengalami rematik. WHO melaporkan diperkirakan sekitar 335 juta orang mengidap penyakit rematik dan 25% penderita rematik mengalami kecacatan akibat gangguan dan kerusakan pada persendian. Berdasarkan data yang didapat di Puskesmas Palupuh ditemukan pada tahun 2014 89,90% lansia mengalami rematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan, obesitas dan aktivitas fisik dengan gejala rematik pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Palupuh. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan Desain Cross Sectional, dengan jumlah sampel 95 lansia, dengan uji Univariat dan Bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan bahwa lansia yang berpola makan kurang baik sebanyak 57 (60.0%), obesitas sebanyak 20 (21.1%), yang beraktivitas berat sebanyak 58 (61.1%), yang berisiko gejala rematik sebanyak 54 (56.7%), dan ada hubungan bermakana antara pola makan dengan gejala rematik (p=0.018 dan OR = 2.750), tidak ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan gejala rematik (p=0.181 dan OR = 2.042) ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan gejala rematik (p=0.033 dan OR = 2.494).
Penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan gejala rematik pada lansia. Untuk itu diharapkan kepada lansia agar mengatur pola makan, dan melakukan olahraga pada saat waktu luang.
Download From Google Drive