Gambaran Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di PBM R Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Oktari, Yulfa Nadia
Advisor:
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Inisiasi Menyusu Dini.
DOI:
-
Abstract :
Kematian bayi yang terjadi dalam bulan pertama kelahiran, dapat dicegah
dengan memberikan kesempatan kepada bayi untuk mencari dan menghisap
sendiri ASI pada payudara ibu serta membiarkan kontak kulit ibu kekulit bayi
dalam satu jam pertama pada awal kehidupannya, maka kematian bayi serta
gangguan perkembangan bayi dapat dihindari. Berdasarkan data yang telah dirilis oleh United Nations Of Childrens Find (UNICEF) tahun 2010 bahwa di Indonesia tercatat angka kematian bayi masih tinggi yaitu 22% dari kematian bayi diseluruh dunia. Sedangkan menurut hasil survey Dermografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka kematian bayi pada tahun 2012 sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup. Penurunan kematian bayi dan ibu telah menjadi tujuan utama untuk mencapai tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs)atau tujuan pembangunan berkelanjutan 2030. Desain pada penelitian ini menggunakan penelitian Analitik Deskriptif dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah responden sebanyak 16 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan 02 Juli-10 Agustus 2020. Pengumpulan data melalui observasi. Hasil pengumpulan data dianalisis secara univariat. Hasil Penelitian Menunjukkan dari 16 responden didapatkan 6 responden (37,5%) yang dilakukan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan 10 responden (62,5%) yang tidak dilakukan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Dapat disimpulkan yaitu proses pelaksanaan IMD dapat dilakukan sesuai prosedur apabila melihat kondisi bayi tersebut ketika bayi lahir dengan normal. Sedangkan, bayi lahir dengan keadaan tidak normal atau berisiko maka proses pelaksanaan IMD tidak dapat dilakukan. Namun, terdapat juga proses pelaksanaan IMD nya yang dilakukan tidak sesuai prosedur.
dengan memberikan kesempatan kepada bayi untuk mencari dan menghisap
sendiri ASI pada payudara ibu serta membiarkan kontak kulit ibu kekulit bayi
dalam satu jam pertama pada awal kehidupannya, maka kematian bayi serta
gangguan perkembangan bayi dapat dihindari. Berdasarkan data yang telah dirilis oleh United Nations Of Childrens Find (UNICEF) tahun 2010 bahwa di Indonesia tercatat angka kematian bayi masih tinggi yaitu 22% dari kematian bayi diseluruh dunia. Sedangkan menurut hasil survey Dermografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka kematian bayi pada tahun 2012 sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup. Penurunan kematian bayi dan ibu telah menjadi tujuan utama untuk mencapai tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs)atau tujuan pembangunan berkelanjutan 2030. Desain pada penelitian ini menggunakan penelitian Analitik Deskriptif dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah responden sebanyak 16 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan 02 Juli-10 Agustus 2020. Pengumpulan data melalui observasi. Hasil pengumpulan data dianalisis secara univariat. Hasil Penelitian Menunjukkan dari 16 responden didapatkan 6 responden (37,5%) yang dilakukan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan 10 responden (62,5%) yang tidak dilakukan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Dapat disimpulkan yaitu proses pelaksanaan IMD dapat dilakukan sesuai prosedur apabila melihat kondisi bayi tersebut ketika bayi lahir dengan normal. Sedangkan, bayi lahir dengan keadaan tidak normal atau berisiko maka proses pelaksanaan IMD tidak dapat dilakukan. Namun, terdapat juga proses pelaksanaan IMD nya yang dilakukan tidak sesuai prosedur.