Faktor - faktor yang mempengaruhi robekan Perineum pada Persalinan Normal di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Kabupaten Solok Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Suhelni, Tri
Advisor:
Mardiah, Ainal
Miharti, Sari Ida
Miharti, Sari Ida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Usia, Paritas, Jarak kelahiran, Berat Badan Lahir, dan Kejadian robekan perineum.
DOI:
-
Abstract :
Robekan perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan. Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Pada tahun 2015 terjadi kasus robekan perineum pada ibu bersalin. Terdapat 2,7 juta kasus robekan perineum pada ibu bersalin, dimana angka ini diperkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi robekan perineum pada persalinan normal di wilayah kerja Puskesmas Talang Kabupaten Solok Tahun 2020. Penelitian yang bersifat Observasi dengan menggunakan metode cross
sectional. Penelitian telah dilakukan pada Maret s/d April 2020, dengan jumlah
responden sebanyak 42 orang pada persalinan normal. Tekhnik pengambilan data menggunakan accidental Sampling data dikumpulkan dengan cara wawancara kemudian data diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan76,2 % responden tidak mengalami robekan perineum, (66,7%) responden mempunyai usia tidak beresiko, (69%) responden mempunyai paritas tidak beresiko, (85,7%) responden mempunyai jarak kelahiran tidak beresiko, (66,7) % responden melahirkan bayi dengan berat badan tidak
berisiko. Terdapat hubungan antara usia (p value = 0,001), paritas(p value =
0,005), jarak kelahiran(p value= 0,004) dan Berat badan lahir(p value= 0,008)
dengan kejadian robekan perineum pada persalinan normaldi wilayah kerja
Puskesmas Talang Kabupaten Solok tahun 2020. Dapat disimpulkan terdapat hubungan usia, paritas, jarak kelahiran dan berat badan lahir dengan kejadian robekan perineum. Diharapkan petugas dapat meningkatkan konseling kepada ibu hamil tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya rupture perenium, dan lebih meningkatkan pelayanan khususnya dalam menangani persalinan sehingga angka kejadian rupture perenium dapat diminimalkan.
sectional. Penelitian telah dilakukan pada Maret s/d April 2020, dengan jumlah
responden sebanyak 42 orang pada persalinan normal. Tekhnik pengambilan data menggunakan accidental Sampling data dikumpulkan dengan cara wawancara kemudian data diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan76,2 % responden tidak mengalami robekan perineum, (66,7%) responden mempunyai usia tidak beresiko, (69%) responden mempunyai paritas tidak beresiko, (85,7%) responden mempunyai jarak kelahiran tidak beresiko, (66,7) % responden melahirkan bayi dengan berat badan tidak
berisiko. Terdapat hubungan antara usia (p value = 0,001), paritas(p value =
0,005), jarak kelahiran(p value= 0,004) dan Berat badan lahir(p value= 0,008)
dengan kejadian robekan perineum pada persalinan normaldi wilayah kerja
Puskesmas Talang Kabupaten Solok tahun 2020. Dapat disimpulkan terdapat hubungan usia, paritas, jarak kelahiran dan berat badan lahir dengan kejadian robekan perineum. Diharapkan petugas dapat meningkatkan konseling kepada ibu hamil tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya rupture perenium, dan lebih meningkatkan pelayanan khususnya dalam menangani persalinan sehingga angka kejadian rupture perenium dapat diminimalkan.