Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wasting Pada Balita Usia 24 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Susafrenti, Elvi
Advisor:
Olyverdi, Reza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Riwayat penyakit infeksi, Asupan makanan, Sanitasi lingkungan, Kejadian wasting.
DOI:
-
Abstract :
Pada saat ini banyak balita yang mengalami masalah gizi dalam kehidupan.
Berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten pasaman pada tahun 2017
persentase balita kurus di kabupaten pasaman yaitu 6,2%,sedangkan pada
tahun 2019 jumlah balita yang mengalami wasting di kabupaten pasaman
mengalami peningkatan menjadi 10,19%. Yang mengalami balita kurus di
puskesmas Cubadak pada tahun 2019 yaitu 9,26%. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui apa saja Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian
Wasting Pada Balita Usia 24 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak
Kabupaten Pasaman Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 24 - 59 Bulan yang berjumlah 900 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini 90 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 45orang kelompok kasus (mengalami wasting ),dengan teknik pengambilan sampel case control. Penelitian telah dilakukan pada bulan Juli Tahun 2020. Data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan melakukan wawancara kepada responden, analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji ChiSquare. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan riwayat penyakit infeksi p value = 0,375 (p > 0,05), ada hubungan asupan makanan dengan p value = 0,014 (p < 0,05) dan sanitasi lingkungan nilai p value = 0,001 (p < 0,05) dengan kejadian wasting. Kesimpulan terdapat hubungan asupan makanan dan sanitasi lingkungan, sedangkan tidak ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan upaya dalam mencegah terjadinya wasting pada balita salah satunya memberikan penyuluhan tentang menu seimbang.
Berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten pasaman pada tahun 2017
persentase balita kurus di kabupaten pasaman yaitu 6,2%,sedangkan pada
tahun 2019 jumlah balita yang mengalami wasting di kabupaten pasaman
mengalami peningkatan menjadi 10,19%. Yang mengalami balita kurus di
puskesmas Cubadak pada tahun 2019 yaitu 9,26%. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui apa saja Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian
Wasting Pada Balita Usia 24 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak
Kabupaten Pasaman Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 24 - 59 Bulan yang berjumlah 900 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini 90 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 45orang kelompok kasus (mengalami wasting ),dengan teknik pengambilan sampel case control. Penelitian telah dilakukan pada bulan Juli Tahun 2020. Data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan melakukan wawancara kepada responden, analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji ChiSquare. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan riwayat penyakit infeksi p value = 0,375 (p > 0,05), ada hubungan asupan makanan dengan p value = 0,014 (p < 0,05) dan sanitasi lingkungan nilai p value = 0,001 (p < 0,05) dengan kejadian wasting. Kesimpulan terdapat hubungan asupan makanan dan sanitasi lingkungan, sedangkan tidak ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan upaya dalam mencegah terjadinya wasting pada balita salah satunya memberikan penyuluhan tentang menu seimbang.