Pengaruh Konseling Berpasangan Terhadap Keikutsertaan Program Triple Eliminasi di Wilayah Kerja Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Armayanti, Rika
Advisor:
Afriyanti, Detty
Amalina, Nurul
Amalina, Nurul
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Konseling berpasangan, Keikutsertaan , Program Triple Eliminasi.
DOI:
-
Abstract :
Semakin meningkatnya infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B di Indonesia, khususnya Sumatera Barat tahun 2019 sebesar 1112 penderita membuat pemerintah membuat program Tripel Eiminasi yang dapat memutus rantai penularan penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Konseling Berpasangan Terhadap Keikutsertaan Program Triple Eliminasi di Wilayah Kerja Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020. Rancangan penelitian bersifat Quasy Eksperiment. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Desa Baru dengan populasi seluruh ibu hamil yang berdomisili di wilayah kerja dengan jumlah sampel 26 orang. Analisa data dilakukan dengan pendekatan Two Group Design secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan dari 13 pasangan responden yang mengikuti konseling berpasangan, semuanya (100%) mengikuti program triple eliminasi dan sebanyak 13 responden yang mengikuti konseling tidak berpasangan, hanya 8 responden (61,5%) yang ikut serta pada program triple. Hasil analisis bivariat: Ada pengaruh konseling berpasangan (p= 0.001) dan konseling tidak berpasangan (p=0.007) terhadap keikutsertaan pada program triple eliminasi Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan, konseling berpasangan lebih ideal untuk ibu hamil dalam pelaksaan program triple eliminasi karena konseling berpasangan membuat orang tua paham mengenai penyakit triple eliminasi. Oleh Karena itu, disarankan kepada pihak puskesmas agar memberikan konseling berpasangan triple eliminasi kepada orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan
kesadaran agar terhindar dari penyakit menular sehingga anak juga tidak ikut tertular.
kesadaran agar terhindar dari penyakit menular sehingga anak juga tidak ikut tertular.