Pengaruh Konseling KB Terhadap Minat Ibu Menjadi Akseptor KB Intra Uterine Device (IUD) di Jorong Sei Beremas Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Ritonga, Sari Mayanti
Advisor:
Mardison, Lydia
Wahyuni
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Konseling KB, Minat Menjadi Akseptor IUD.
DOI:
-
Abstract :
Pada kenyataannya, kontrasepsi IUD masih kurang digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas Cubadak kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman tahun 2017 jumlah akseptor yang menggunakan kontrasepsi IUD yaitu 7,54%, implant 54,3% dan suntik 35,7%, dapat dilihat bahwa pengguna
kontrasepsi IUD lebih rendah jika dibandingkan dengan pengguna kontrasepsi
lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Konseling KB Terhadap Minat Ibu Menjadi Akseptor KB Intra Uterine Device (IUD) di Sei
Beremas Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Tahun 2020.Jenis penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yaitu one group post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang tidak ber KB di Sei Beremas wilayah kerja Puskesmas Cubadak berjumlah 22 orang, teknik pengambilan sampel Purposive sampling dengan sampel yang berjumlah 18 orang. Data yang digunakan adalah data primer kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji t-test paired. Hasil analisa univariat didapatkan rata rata minat ibu menjadi Akseptor KB IUD sebelum diberikan konseling KB adalah 11,33 dengan standar deviasi 3,710 dan sesudah 15,22 dengan standar deviasi 2,625. Hasil uji statistik ada pengaruh konseling KB terhadap minat ibu menjadi akseptor IUD sebelum dan sesudah diberikan konseling (p value 0,000Kesimpulan terdapat pengaruh konseling KB terhadap minat ibu menjadi akseptor IUD sebelum dan sesudah diberikan konseling .Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan upaya dalam meningkatkan minat ibu menggunakan kontrasepsi IUD.
kontrasepsi IUD lebih rendah jika dibandingkan dengan pengguna kontrasepsi
lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Konseling KB Terhadap Minat Ibu Menjadi Akseptor KB Intra Uterine Device (IUD) di Sei
Beremas Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Tahun 2020.Jenis penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yaitu one group post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang tidak ber KB di Sei Beremas wilayah kerja Puskesmas Cubadak berjumlah 22 orang, teknik pengambilan sampel Purposive sampling dengan sampel yang berjumlah 18 orang. Data yang digunakan adalah data primer kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji t-test paired. Hasil analisa univariat didapatkan rata rata minat ibu menjadi Akseptor KB IUD sebelum diberikan konseling KB adalah 11,33 dengan standar deviasi 3,710 dan sesudah 15,22 dengan standar deviasi 2,625. Hasil uji statistik ada pengaruh konseling KB terhadap minat ibu menjadi akseptor IUD sebelum dan sesudah diberikan konseling (p value 0,000Kesimpulan terdapat pengaruh konseling KB terhadap minat ibu menjadi akseptor IUD sebelum dan sesudah diberikan konseling .Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan upaya dalam meningkatkan minat ibu menggunakan kontrasepsi IUD.