Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Campak Lanjutan pada Anak Usia 18 36 Bulan di Nagari Kappa Wilayah Kerja Puskesmas Ophir Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Roza, Amelia
Advisor:
Noflindaputri, Resty
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, sikap, persepsi, dukungan keluarga, peran petugas, imunisasi campak lanjutan.
DOI:
-
Abstract :
Cakupan pemberian imunisasi campak belum mencapai target eliminasi campak, sehingga pemerintah melanjutkannya dengan program imunisasi campak lanjutan. Namun demikian, cakupan pemberian imunisasi campak lanjutan masih sangat rendah. Pada tahun 2019 angka pencapaian imunisasi campak rubella lanjutan sampai bulan Oktober semakin menurun dengan hasil pencapaian 14 %, sedangkan target pencapaian dari Dinas Kesehatan adalah 45 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18 36 bulan.
Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua anak usia 18 36 bulan di Nagari Kappa, sebanyak 516 orang. Jumlah sampel 100 orang, diambil secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi menggunakan chi-square test Hasil penelitian didapatkan ada hubungan hubungan pengetahuan (p = 0,007 dan OR = 4,541), sikap (p = 0,000 dan OR = 49,406), persepsi (p = 0,000 dan OR = 25,133), dukungan keluarga (p = 0,013 dan OR = 3,267) dan peran petugas (p = 0,003 dan OR = 4,091) dengan pemberian imunisasi campak lanjutan. Disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan pemberian imunisasi campak lanjutan adalah sikap. Diharapkan pada petugas agar petugas Puskesmas dapat melakukan kunjungan rumah untuk memberikan penyuluhan pada ibu-ibu balita tentang pentingnya pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18-36 bulan, terutama bagi ibu-ibu yang jarang datang ke posyandu.
Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua anak usia 18 36 bulan di Nagari Kappa, sebanyak 516 orang. Jumlah sampel 100 orang, diambil secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi menggunakan chi-square test Hasil penelitian didapatkan ada hubungan hubungan pengetahuan (p = 0,007 dan OR = 4,541), sikap (p = 0,000 dan OR = 49,406), persepsi (p = 0,000 dan OR = 25,133), dukungan keluarga (p = 0,013 dan OR = 3,267) dan peran petugas (p = 0,003 dan OR = 4,091) dengan pemberian imunisasi campak lanjutan. Disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan pemberian imunisasi campak lanjutan adalah sikap. Diharapkan pada petugas agar petugas Puskesmas dapat melakukan kunjungan rumah untuk memberikan penyuluhan pada ibu-ibu balita tentang pentingnya pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18-36 bulan, terutama bagi ibu-ibu yang jarang datang ke posyandu.