Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ophir Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Lestari, Ivo
Advisor:
Rifdi, Febirniwati
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Balita, Usia 24-59 Bulan.
DOI:
-
Abstract :
Sekitar 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Stunting merupakan salah satu bentuk kelainan gizi dari segi ukuran tubuh yang ditandai dengan keadaan tubuh yang pendek sehingga melampaui deficit -2SD di bawah standar WHO. Data kejadian kasus stunting pada 20 puskesmas di kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2018 terdapat 7322 kasus dengan presentase 25,04% kasus terjadi peningkatan sebanyak 2.028 kasus dengan persentase 7,3%. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang mempengaruhi stunting pada anak balita usia 24 - 59 bulan di wilayah kerja puskesmas ophir, kecamatan luhak nan duo, kabupaten pasaman barat tahun 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik, menggunakan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah balita yang stunting di jorong mahakarya wilayah kerja puskesmas ophir yaitu sebanyak 315 orang balita dengan pengambilan sampel secara Simple Random Sampling sebanyak 76 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak ada hubungan kekurangan energi kronis (0,088), jarak kelahiran (0,329), anemia (0,450) dengan kejadian stunting. Ada hubungan usia ibu 35 tahun dengan kejadian stunting p = 0,003 dan OR = 4,636. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan kekurangan energy kronis, usia ibu, jarak kelahiran, anemia dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas ophir, kecamatan luhak nan duo, kabupaten pasaman barat tahun 2020. Ada hubungan usia ibu 35 tahun dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas ophir, kecamatan luhak nan duo, kabupaten pasaman barat tahun 2020.