Analisis Faktor Penyebab Kejadian Asfiksia Neonaturum di RSUD Pariaman Tahun 2020

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Sari, Febriani Iman
Advisor:
Noflindaputri, Resty
Sulistya, Yori
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Analisis, Faktor Penyebab, Asfiksia Neonaturum.
DOI:
-
Abstract :
Asfiksia neonaturum adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak
segera bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia
neonaturum merupakan salah satu penyebab kematian bayi di dunia yang
menempati urutan kedua. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis, mendiskusikan, dan menginterprestasikan faktor penyebab kejadian asfiksia
neonaturum di RSUD Pariaman pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan strategi fenomenologi dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2019 sampai bulan April 2020 di RSUD Pariaman. Informan dalam penelitian ini berjumlah 25 orang dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis data menggunakan triangulasi
teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab asfiksia neonaturum di RSUD Pariaman terbanyak disebabkan oleh BBLR dan prematuritas, SDM, sarana prasarana masih perlu peningkatan kualitas, perbaikan, dan penambahan terutama untuk kasus asfiksia berat. SPO, RKK, dan dana sudah cukup baik. Dari segi proses harus ada tim resusitasi dan pengawasan pelaksanaan SPO. Kasus asfiksia neonaturum ringan sampai sedang sudah dapat ditangani dengan baik, namun jika ada kasus asfiksia berat perlu dilakukan rujukan karena tidak lengkapnya sarana prasarana. RSUD Pariaman kurang siap mengantisipasi terjadinya asfiksia neonaturum karena kurangnya pelatihan dan kuantitas pada Nakes, sarana prasarana yang perlu penambahan dan pembaharuan, tidak adanya tim resusitasi dan dokter spesialis anak yang standby saat adanya persalinan berisiko asfiksia neonaturum Untuk itu diharapkan rumah sakit dapat mengupgrade SDM, sarana prasarana, dan bisa membentuk tim resusitasi neonatus jika ada bayi lahir berisiko asfiksia neonaturum.
Download From Google Drive