Hubungan Tingkat Berat badan bayi baru lahir, paritas dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap keberhasilan Onset Laktasi Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Destriwati
Advisor:
Delfatmawati
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Berat badan bayi baru lahir, paritas,inisiasi menyusu dini (IMD), onset laktasi.
DOI:
-
Abstract :
Onset laktasi merupakan masa permulaan untuk mempebanyak air susu sampai
air susu keluar pertama kali. Keterlambatan mulainya laktasi (setelah 24 jam) akan meningkatkan risiko kesakitan bayi 2-4 kali. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan bayi baru lahir, paritas dan inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap keberhasilan Onset Laktasi pada ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Tahun 2020. Jenis penelitian cross sectional. Dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2020, populasi dalam penelitian ini sebanyak 78 orang dan sampel sebanyak 44 orang ibu post partum, dengan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data pada penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 88.6% responden dengan berat badan bayi baru lahir normal, 84.1% responden adalah paritas multipara, 75.0% responden melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), 79.5% responden dengan onset laktasi cepat. Ada hubungan berat badan bayi baru lahir (p=0.000, OR=27,200), paritas (p=0.009, OR=0,117), inisiasi menyusu dini (IMD) (p=0.000, OR=27,125) dengan keberhasilan onset laktasi. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara bayi baru lahir, paritas dan inisiasi
menyusu dini (IMD) terhadap keberhasilan Onset Laktasi Pada Ibu Post Partum,
untuk itu diharapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan untuk
meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya laktasi pada bayi baru lahir.
air susu keluar pertama kali. Keterlambatan mulainya laktasi (setelah 24 jam) akan meningkatkan risiko kesakitan bayi 2-4 kali. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan bayi baru lahir, paritas dan inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap keberhasilan Onset Laktasi pada ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Tahun 2020. Jenis penelitian cross sectional. Dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2020, populasi dalam penelitian ini sebanyak 78 orang dan sampel sebanyak 44 orang ibu post partum, dengan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data pada penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 88.6% responden dengan berat badan bayi baru lahir normal, 84.1% responden adalah paritas multipara, 75.0% responden melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), 79.5% responden dengan onset laktasi cepat. Ada hubungan berat badan bayi baru lahir (p=0.000, OR=27,200), paritas (p=0.009, OR=0,117), inisiasi menyusu dini (IMD) (p=0.000, OR=27,125) dengan keberhasilan onset laktasi. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara bayi baru lahir, paritas dan inisiasi
menyusu dini (IMD) terhadap keberhasilan Onset Laktasi Pada Ibu Post Partum,
untuk itu diharapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan untuk
meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya laktasi pada bayi baru lahir.