Karakteristik Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Jamil, Nurasiah
Advisor:
Delfatmawati
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pemberian ASI Eksklusif, Susu Formula, Diare.
DOI:
-
Abstract :
Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Sijunjung tahun 2018 capaian ASI Eksklusif di Kabupaten Sijunjung sebesar 50,5%. Data tersebar diseluruh Puskesmas yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kejadian diare pada bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sumpur Kudus tahun 2020.
Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik dengan pendekatan
retrospektif. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020 di wilayah kerja Puskesmas Sumpur Kudus, populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 orang, dan sampel penelitian sebanyak 128 data rekam medik terbagi, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan data di olah secara univariate. Hasil univariat didapatkan karakteristik dari ibu yaitu 56 (43,8%) ibu berpendidikan rendah, 71 (55,49%) ibu pekerja, terdapat 113 (88,3%) ibu berpendapatan rendah, 86 (67,2%) ibu berumur 20-35 tahun, 103 (80,5%) ibu multipara. Karakteristik bayi yaitu 29 (22,7%) berumur 9 bulan, 68 (53,1%) berjenis kelamin perempuan, 81 (63,28%) imunisasi tidak lengkap, 43 (33,6%) ASI Eksklusif, 85 (66,4%) mendapatkan Susu Formula. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian ASI ekslusif pada bayi 6-12 bulan lebih mencegah terjadinya diare dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Disarankan pada Puskesmas untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan pada ibu
yang mempunyai bayi untuk dapat meningkatkan pemberian ASI ekslusif pada bayinya.
Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik dengan pendekatan
retrospektif. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020 di wilayah kerja Puskesmas Sumpur Kudus, populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 orang, dan sampel penelitian sebanyak 128 data rekam medik terbagi, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan data di olah secara univariate. Hasil univariat didapatkan karakteristik dari ibu yaitu 56 (43,8%) ibu berpendidikan rendah, 71 (55,49%) ibu pekerja, terdapat 113 (88,3%) ibu berpendapatan rendah, 86 (67,2%) ibu berumur 20-35 tahun, 103 (80,5%) ibu multipara. Karakteristik bayi yaitu 29 (22,7%) berumur 9 bulan, 68 (53,1%) berjenis kelamin perempuan, 81 (63,28%) imunisasi tidak lengkap, 43 (33,6%) ASI Eksklusif, 85 (66,4%) mendapatkan Susu Formula. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian ASI ekslusif pada bayi 6-12 bulan lebih mencegah terjadinya diare dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Disarankan pada Puskesmas untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan pada ibu
yang mempunyai bayi untuk dapat meningkatkan pemberian ASI ekslusif pada bayinya.