Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2015

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Putri, Febria Lika
Advisor:
Hasnita, Evi
Febrina, Wiwit
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Inisiasi Menyusui Dini, Motivasi, Sikap, Dukungan Keluarga, Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini
DOI:
-
Abstract :
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sangat penting dilaksanakan karena dapat menurunkan angka kematian bayi baru lahir sebanyak 22%. Inisiasi Menyusui Dini adalah Proses alami dimana bayi mulai menyusui sendiri segara setelah lahir kontak kulit dengan ibunya hingga 1 jamsetelah melahirkan. Hasil Survey Demografi Indonesia (SDKI) capaian IMD di Sumatra Barat adalah 44,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan inisiasi menyusui dini.
Jenis penelitian ini bersifat survei analitik menggunakan desain crosssectional, dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 83 orang responden, dengan menggunakan acidental sampling. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat menggunakan chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 49,4% responden tidak melakukan IMD, motivasi ibu 53%, sikap negatif ibu 54,2% dan dukungan keluarga 49,9 %. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara motivasi dengan pelaksanaan IMD (pv = 0,001 ; OR =5,455). Ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan pelaksanaan IMD(pv= 0,001 ; OR =4,909). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD (pv = 0,021 ; OR =3,120 ).
Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara motivasi ibu, sikap ibu dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD. Untuk itu disarankan kepada Dinas kesehatan Kota Bukittinggi untuk membuat program kerja terkait dengan IMD dan meningkatkan Kerja sama dengan Puskesmas maupun Bidan Praktek Swasta.
Download From Google Drive