Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencapaian Program Bina Keluarga Balita (BKB) di Kampung KB Raflesia Sejahtera Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Lestari, Winda Yeni Putri
Advisor:
Febrina, Cory
Saputra, Harry Ade
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bina Keluarga Balita (BKB), Kampung KB.
DOI:
-
Abstract :
Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan kegiatan khusus yang
mengelolah tentang pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang
benar berdasarkan kelompok umur yang dilakukan oleh sejumlah kader. Di
Indonesia pencapaian bina keluarga balita tahun 2019 yaitu sebesar 62,13%,
sedangkan di Kota Bukittinggi dalam pencapaian program bina keluarga balita
terendah terdapat di kampung KB Raflesia Sejahtera Kota Bukittinggi yaitu
sebesar 47,0%. Tujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan
dengan pencapaian program bina keluarga balita (BKB). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampung KB Raflesia Sejahtera Kota Bukittinggi. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak umur 0-5 tahun yang ada di kampung KB Raflesia Sejahtera. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 44 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (59,1%) ibu mengikuti program bina keluarga balita, (54,5%) ibu menyatakan peran petugas kesehatan kurang baik, (68,2%) ibu memiliki sikap positif, (72,7%) ibu mendapat dukungan
suami/keluarga dan (54,5%) ibu memiliki pengetahuan rendah. Hasil analisis
bivariat menunjukkan ada hubungan peran tenaga kesehatan (Pvalue = 0,004),
sikap ibu (Pvalue = 0,013), dukungan suami/keluarga (Pvalue = 0,013), dan
pengetahuan ibu (Pvalue = 0,004) dengan pencapaian program bina keluarga balita. Jadi dapat disimpulkan bahwa peran tenaga kesehatan, sikap ibu,
dukungan suami dan pengetahuan ibu, sangat berpengaruh terhadap pencapaian program bina keluarga balita. Untuk itu diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan dukungan khususnya kepada ibu yang memiliki anak umur 0-5 tahun untuk selalu mengikuti program bina keluarga.
mengelolah tentang pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang
benar berdasarkan kelompok umur yang dilakukan oleh sejumlah kader. Di
Indonesia pencapaian bina keluarga balita tahun 2019 yaitu sebesar 62,13%,
sedangkan di Kota Bukittinggi dalam pencapaian program bina keluarga balita
terendah terdapat di kampung KB Raflesia Sejahtera Kota Bukittinggi yaitu
sebesar 47,0%. Tujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan
dengan pencapaian program bina keluarga balita (BKB). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampung KB Raflesia Sejahtera Kota Bukittinggi. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak umur 0-5 tahun yang ada di kampung KB Raflesia Sejahtera. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 44 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (59,1%) ibu mengikuti program bina keluarga balita, (54,5%) ibu menyatakan peran petugas kesehatan kurang baik, (68,2%) ibu memiliki sikap positif, (72,7%) ibu mendapat dukungan
suami/keluarga dan (54,5%) ibu memiliki pengetahuan rendah. Hasil analisis
bivariat menunjukkan ada hubungan peran tenaga kesehatan (Pvalue = 0,004),
sikap ibu (Pvalue = 0,013), dukungan suami/keluarga (Pvalue = 0,013), dan
pengetahuan ibu (Pvalue = 0,004) dengan pencapaian program bina keluarga balita. Jadi dapat disimpulkan bahwa peran tenaga kesehatan, sikap ibu,
dukungan suami dan pengetahuan ibu, sangat berpengaruh terhadap pencapaian program bina keluarga balita. Untuk itu diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan dukungan khususnya kepada ibu yang memiliki anak umur 0-5 tahun untuk selalu mengikuti program bina keluarga.