Hubungan Sanitasi Lingkungan, Tempat Penampungan Air dan Peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Balai Nanduo Wilayah Kerja Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ananda, Pratiwi Mentari
Advisor:
Rudjito
Rusti, Sukarsi
Rusti, Sukarsi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Air dan Peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
DOI:
-
Abstract :
DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan. Belum maksimalnya upaya pencegahan penyakit DBD dimasyarakat dapat dilihat dari ABJ (Angka Bebas Jentik) yang belum mencapai target 95 %. Diantara 9 kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Ibuh, ABJ terendah terdapat di Kelurahan Balai Nan Duo yaitu 87 %. Survey awal terhadap 7 orang kepala keluarga, 85,7 % keluarga ditemukan jentik nyamuk, 57,1 % menyatakan sering menguras TPA dan 71,4 % orang menyatakan bahwa jarang menguras TPA dan jumantik tidak memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat betapa pentingnya irformasi tentang pencegahan DBD. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Sanitasi Lingkungan, Tempat Penampungan Air dan Peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah rumah di Kelurahan Balai Nan Duo wilayah kerja Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh, berjumlah 358 keluarga. Sampel diambil secara sistematik random sampling, berjumlah 78 rumah. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 80,8 % responden ditemukan ada jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air, 60,3 % sanitasi lingkungan yang baik, 82,1 % tempat penampungan air kurang yang baik dan 52,6 % responden menyatakan peran jumantik kurang baik. Hasil analisa bivariat ada hubungan tempat penampungan air (p = 0,004 dan OR = 7,000) dan peran Jumantik (p = 0,038 dan OR = 4,69) dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti, serta tidak ada hubungan sanitasi lingkungan dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti (p = 0,752) Disimpulkan bahwa ada hubungan tempat penampungan air dan peran Jumantik dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti. Oleh sebab itu, Diharapkan pada petugas kesehatan agar mengadakan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya pemberantasan keberadaan jentik nyamuk untuk mencegah penyakit DBD.