Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RSUD Lubuk Sikaping Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sari, Dwi Indah
Advisor:
Afriyanti, Detty
Mardiah, Ainal
Mardiah, Ainal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Penyebab, Ketuban Pecah Dini.
DOI:
-
Abstract :
Ketuban pecah dini penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal, Pada
Tahun 2017 Kabupaten Pasaman menduduki urutan tertinggi ke-5 kasus AKN dari 19 kabupaten di Provinsi Sumatera Barat. RSUD Lubuk Sikaping sebagai rumah sakit rujukan ,bulan Mai 2018 - Juli 2019 diketahui 31 kasus asfiksia terjadi pada kehamilan yang disertai dengan KPD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi kejadian KPD di RSUD Lubuk Sikaping tahun 2019. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain Kohor Restropective yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020 dengan populasi seluruh ibu bersalin yang tercatat dalam rekam medis pada bulan Januari -Desember 2019 dan 275 responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan adalah variabel usia ibu,. Responden dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun 10x lebih beresiko untuk mengalami KPD. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dari 9 variabel yang diteliti, 8 variabel menunjukkan hubungan yang bermakna dengan KPD yaitu variabel usia,paritas,IMS, preeklampsi, CPD, kehamilan ganda, malpresentasi janin dan polihidramnion. Sedangkan variabel pekerjaan ibu dinyatakan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan KPD. Diharapkan kepada responden untuk cepat tanggap bila terdapat salah satu dari faktor penyebab KPD dan tenaga kesehatan lebih mampu lagi melakukan deteksi dini komplikasi kehamilan.
Tahun 2017 Kabupaten Pasaman menduduki urutan tertinggi ke-5 kasus AKN dari 19 kabupaten di Provinsi Sumatera Barat. RSUD Lubuk Sikaping sebagai rumah sakit rujukan ,bulan Mai 2018 - Juli 2019 diketahui 31 kasus asfiksia terjadi pada kehamilan yang disertai dengan KPD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi kejadian KPD di RSUD Lubuk Sikaping tahun 2019. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain Kohor Restropective yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020 dengan populasi seluruh ibu bersalin yang tercatat dalam rekam medis pada bulan Januari -Desember 2019 dan 275 responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan adalah variabel usia ibu,. Responden dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun 10x lebih beresiko untuk mengalami KPD. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dari 9 variabel yang diteliti, 8 variabel menunjukkan hubungan yang bermakna dengan KPD yaitu variabel usia,paritas,IMS, preeklampsi, CPD, kehamilan ganda, malpresentasi janin dan polihidramnion. Sedangkan variabel pekerjaan ibu dinyatakan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan KPD. Diharapkan kepada responden untuk cepat tanggap bila terdapat salah satu dari faktor penyebab KPD dan tenaga kesehatan lebih mampu lagi melakukan deteksi dini komplikasi kehamilan.