Pengaruh Aromaterapi Daun Mint dan Lemon Terhadap Penurunan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Diwilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Firstciasari, Netty
Advisor:
Zuraida
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Mual Muntah, Aromaterapi, Daun Mint, Lemon.
DOI:
-
Abstract :
Mual muntah atau lebih dikenal dengan istilah morning sickness yaitu mual
mutah yang terjadi pada pagi hari, tapi yang sebenarnya tidak hanya pada pagi hari saja, bahkan rasa mual tersebut tetapu disepanjang hari. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Puskesmas Kumun pada Bulan Februari terdapat 6 orang ibu hamil menyatakan mual muntah yang sangat menganggu aktifitas sehari-hari. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterap daun mint dan lemon terhadap penurunan mual muntah ibu hamil trimester I diwilayah kerja puskesmas kumun tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan Two Group Pretest-Posttest Desaign. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purpose sampling dengan mengambil sampel 20 orang. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-independent test Hasil uji statistic menunjukan bahwa rata-rata sebelum diberikan aromaterapi daun mint 10,40 dan sesudah diberikan 8,80, sebelum diberikan aromaterpai lemon 9,60 dan sedudah diberikan 5,60 dengan p Value sebesar 0,000, nilai < (0,05) aerinta Ho ditolak, yang artinya bahwa ada perbedaan frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I sebelum dan sesudah diberikan Aromaterapi Daun Mint dn Jahe di
Wilayah Puskesmas Kumun Tahun 2020. Dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi daun mint dan lemon berpengaruh signifikan terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil. Disarankan ibu hamil untuk dapat memanfaatkan aromaterapi daun mint dan lemon sebagai salah satu teknik non farmakologis dalam penanganan mual muntah pada ibu hamil.
mutah yang terjadi pada pagi hari, tapi yang sebenarnya tidak hanya pada pagi hari saja, bahkan rasa mual tersebut tetapu disepanjang hari. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Puskesmas Kumun pada Bulan Februari terdapat 6 orang ibu hamil menyatakan mual muntah yang sangat menganggu aktifitas sehari-hari. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterap daun mint dan lemon terhadap penurunan mual muntah ibu hamil trimester I diwilayah kerja puskesmas kumun tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan Two Group Pretest-Posttest Desaign. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purpose sampling dengan mengambil sampel 20 orang. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-independent test Hasil uji statistic menunjukan bahwa rata-rata sebelum diberikan aromaterapi daun mint 10,40 dan sesudah diberikan 8,80, sebelum diberikan aromaterpai lemon 9,60 dan sedudah diberikan 5,60 dengan p Value sebesar 0,000, nilai < (0,05) aerinta Ho ditolak, yang artinya bahwa ada perbedaan frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I sebelum dan sesudah diberikan Aromaterapi Daun Mint dn Jahe di
Wilayah Puskesmas Kumun Tahun 2020. Dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi daun mint dan lemon berpengaruh signifikan terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil. Disarankan ibu hamil untuk dapat memanfaatkan aromaterapi daun mint dan lemon sebagai salah satu teknik non farmakologis dalam penanganan mual muntah pada ibu hamil.