Analisis Kebijakan Case-mix Ina-CBGs Ina-CBGs dalam Keakuratan Diagnosa Utama dengan Kode ICD-10 terhadap biaya rawat inap di RSUD Sijunjung
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ermayeti
Advisor:
Rudjito
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kebijakan Ina-CBGs, Biaya Rawat Inap, Keakuratan Diagnosa
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Case-mix merupakan sistem pembayaran kesehatan yang berhubungan dengan mutu,pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Permasalahannya masih tinggi biaya pelayanankesehatan, sehingga pemerintah melalui program Case-mix untukmenetapkan standarisasi biaya pelayanan kesehatan pada pasien rawat inap. Penerapannya sudah dilaksanakan pada RSUD Sijunjung sejak tahun 2014, permasalahan dalam pelaksanaannya adalah kualitas informasi yang tidak efektif, diantaranya kelengkapan dan kejelasan penulisan diagnosis serta ketepatan kode.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan untuk mengisi diagnosa utama dan kode diagnosa akurat pada rekam medis. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif, informan yang didapatselama penelitian melalui wawancara mendalam adalah 10 informan. Hasil:Diketahui bahwa kebijakanCase-mix Ina-CBGs sudah ada, namunSOP dan petunjuk teknis dalam pengisian rekam medis secara operasional belumdisosialisasikan, Tim Case-mix belum dibentuk, motivasi dan edukasi belum optimal, monitoring/evaluasi belum diterapkan.Hasil triangulasi teridentifikasi beberapa permasalahan untuk mengisi diagnosa utama dan kode diagnosatidak akurat, karena SIMRS belum diterapkan menyebabkan data tidak sinkron yang berdampak pada biaya pelayanan. Kesimpulan: Kebijakan sangat penting dalam mengelola aktivitas dan komunikasi antara staf,karena sangat mendukung hasil dari implementasi kebijakan. Disamping itu didalam pengisian rekam medis (penulisan diagnosis) sebaiknya legible (mudah terbaca), sehingga memudahkan kegiatan pengkodean, karena dampaknyasangat besar pada biaya pelayanan kesehatan.Saran:Perlu koordinasi antara manajemen rumah sakit, tim medis dengan Tim pelaksana BPJS tentang petunjuk pelaksana dan petunjung teknis.Oleh sebab itu, diharapkan kepada manajemen rumah sakit untuk menetapkan Standar Operasional Prosedur,menggunakanSIMRS dengan database yang tepat dan sesuai, membentuk Tim Case-mix, melakukan sosialisasi, motivasi dan edukasi, serta monitoring dan evaluasidalam pelaksanaan Case-mix Ina-CBGs.