Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.J di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Tahun 2020
Categorie(s):
Complementer Nursing Case Study
Author(s):
R., Mutiara Putri Utami
Advisor:
Delfatmawati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer, tonsillitis, hemoroid, kunyit, daun ungu, senam otak.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Terapi komplementer dan alternatif termasuk didalamnya
seluruh praktik dan ide yang didefinisikan oleh pengguna sebagai pencegahan
atau pengobatan penyakit atau promosi kesehatan dan kesejahteraan. Terapi
komplementer terutama akan dirasakan lebih murah bila klien dengan penyakit
kronis yang harus rutin mengeluarkan dana. Pengalaman klien yang awalnya
menggunakan terapi modern menunjukkan bahwa biaya membeli obat berkurang 200-300 dolar dalam beberapa bulan setelah menggunakan terapi komplementer. Metode: Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer herbal dengan memanfaatkan rimpang kunyit sebagai antiinflamasi pada tonsilitis, daun ungu untuk menurunkan tingkat nyeri pada penderita hemoroid, dan pemberian terapi brain gym untuk meningkatkan prestasi belajar anak usia sekolah. Hasil: Menunjukkan tidak adanya keluhan peradangan pada tonsil. Ukuran tonsillitis setelah perlakuan T2 (25%-50%), nyeri tidak ada serta gangguan menelan tidak ada. Hasil perlakuan ini didapatkan pada hari ke-14. Hemoroid tidak muncul saat proes defekasi sehingga rasa nyeripun tidak ada. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer yang telah dilakukan menunjukkan perbaikan pada klien yang menderita tonsillitis dan hemoroid karena itu penerapan komplementer sangat dirkomendasikan untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada keluarga.
seluruh praktik dan ide yang didefinisikan oleh pengguna sebagai pencegahan
atau pengobatan penyakit atau promosi kesehatan dan kesejahteraan. Terapi
komplementer terutama akan dirasakan lebih murah bila klien dengan penyakit
kronis yang harus rutin mengeluarkan dana. Pengalaman klien yang awalnya
menggunakan terapi modern menunjukkan bahwa biaya membeli obat berkurang 200-300 dolar dalam beberapa bulan setelah menggunakan terapi komplementer. Metode: Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer herbal dengan memanfaatkan rimpang kunyit sebagai antiinflamasi pada tonsilitis, daun ungu untuk menurunkan tingkat nyeri pada penderita hemoroid, dan pemberian terapi brain gym untuk meningkatkan prestasi belajar anak usia sekolah. Hasil: Menunjukkan tidak adanya keluhan peradangan pada tonsil. Ukuran tonsillitis setelah perlakuan T2 (25%-50%), nyeri tidak ada serta gangguan menelan tidak ada. Hasil perlakuan ini didapatkan pada hari ke-14. Hemoroid tidak muncul saat proes defekasi sehingga rasa nyeripun tidak ada. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer yang telah dilakukan menunjukkan perbaikan pada klien yang menderita tonsillitis dan hemoroid karena itu penerapan komplementer sangat dirkomendasikan untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada keluarga.