Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.A di Wilayah Kerja Puskesmas Sulit Air Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020
Categorie(s):
Complementer Nursing Case Study
Author(s):
Dewi, Nur Fitra
Advisor:
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, Asam Urat, Keluarga,.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan darah diastolic diatas 90 mmHg. Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer yang belum diketahui penyebabnya, dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh beberapa penyakit antara lain penyakit endokrin, penyakit jantung dan penyakit
ginjal. Oleh karena itu perlu adanya deteksisecara dini dan pemeriksaan tekanan darah secara berkala untuk mencegah komplikasi. Penatalaksanaan hipertensi dibagi atas 2 jenis yaitu farmakologis dan non farmakologis. Terapi komplementer merupakan cara penanggulangan penyakit yang dijadikan
sebagai pendukung dari pengobatan medis konvensional atau pengobatan pilihan lain. Terapi komplementer yang dapat digunakan antara lain yaitu manajemen nutrisi, terapi herbal, dan terapi relaksasi. Metode: Pada asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi , diterapkan terapi komplementer pada pasien hipertensi yaitu diberikan rebusan daun alpokat selama 1 minggu di ukur setiap hariserta jus sirsak dalam upaya menurunkan kadar asam urat selama 1 minggu diukur sebelum pemberian dan setelah pemberian selama 7 hari. Hasil: menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah tinggi yaitu sebelum diberikan intervensi TD: 160/85 mmHg setelah diberikan intervensi didapatkan TD : 135/80 mmHg dan penurunan kadar Asam Urat yaitu sebelum diberikan intervensi 8,7 mg/dL setelah diberikan intervensi didapatkan 7,3 mg/dL. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer yang dilakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi dan asam urat karena itu, penerapan evidence based nursing ini dalam memberikan asuhan
keperawatan direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan di masyarakat.
ginjal. Oleh karena itu perlu adanya deteksisecara dini dan pemeriksaan tekanan darah secara berkala untuk mencegah komplikasi. Penatalaksanaan hipertensi dibagi atas 2 jenis yaitu farmakologis dan non farmakologis. Terapi komplementer merupakan cara penanggulangan penyakit yang dijadikan
sebagai pendukung dari pengobatan medis konvensional atau pengobatan pilihan lain. Terapi komplementer yang dapat digunakan antara lain yaitu manajemen nutrisi, terapi herbal, dan terapi relaksasi. Metode: Pada asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi , diterapkan terapi komplementer pada pasien hipertensi yaitu diberikan rebusan daun alpokat selama 1 minggu di ukur setiap hariserta jus sirsak dalam upaya menurunkan kadar asam urat selama 1 minggu diukur sebelum pemberian dan setelah pemberian selama 7 hari. Hasil: menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah tinggi yaitu sebelum diberikan intervensi TD: 160/85 mmHg setelah diberikan intervensi didapatkan TD : 135/80 mmHg dan penurunan kadar Asam Urat yaitu sebelum diberikan intervensi 8,7 mg/dL setelah diberikan intervensi didapatkan 7,3 mg/dL. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer yang dilakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi dan asam urat karena itu, penerapan evidence based nursing ini dalam memberikan asuhan
keperawatan direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan di masyarakat.