Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny W Di Wilayah Kerja Puskesmas Muaralabuh Solok Selatan Tahun 2020
Categorie(s):
Complementer Nursing Case Study
Author(s):
Desiva, Yolla Maidina
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer, Keluarga, Hipertensi.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Menurut WHO sekitar 30% terkena hipertensi, tetapi tidak terdiagnosis hipertensi. Hal ini disebabkan tidak ada gejala yang pasti bagi penderita hipertensi. Metode: Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer pada pasien hipertensi yaitu terapi rebusan daun salam dan terapi rendam kaki menggunakan air hangat . Terapi rebusan daun salam mengandung mineral yang bisa membuat peredaran darah menjadi lebih lancar
dan mengurangi tekanan darah tinggi dan air hangat berdampak fisiologis bagi tubuh yaitu berdampak pada pembuluh darah,panasnya membuat sirkulasi darah menjadi lancer. Selain itu factor mempengaruhi sendi-sendi tubuh.
Hasil: Menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah tinggi yaitu sebelum diberikan intervensi TD: 160/80 mmhg setelah diberikan intervensi rebusan daun salam dan terapi rendam kaki menggunakan air hangat didapatkan TD : 140/80 mmhg. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer rebusan daun salam dan terapi rendam kaki menggunakan air hangat yang di lakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi. Oleh karena itu, penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan
dalam memberikan asuhan keperawatan.
dan mengurangi tekanan darah tinggi dan air hangat berdampak fisiologis bagi tubuh yaitu berdampak pada pembuluh darah,panasnya membuat sirkulasi darah menjadi lancer. Selain itu factor mempengaruhi sendi-sendi tubuh.
Hasil: Menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah tinggi yaitu sebelum diberikan intervensi TD: 160/80 mmhg setelah diberikan intervensi rebusan daun salam dan terapi rendam kaki menggunakan air hangat didapatkan TD : 140/80 mmhg. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer rebusan daun salam dan terapi rendam kaki menggunakan air hangat yang di lakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi. Oleh karena itu, penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan
dalam memberikan asuhan keperawatan.