Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.Y di Desa Sitorajo Kari Kecamatan Kuantan Tengah Tahun 2020
Categorie(s):
Complementer Nursing Case Study
Author(s):
Lowingsky, Lestari
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, Komplementer, Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut silent killer. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Menurut WHO Prevalensi penyakit Hipertensi di dunia yang menyebabkan sekitar 7,5 juta orang meninggal dunia atau sekitar 12,8% dari total semua kematian. Tujuan penelitian ini adalah mempersentasikan implementasi evidence-based nursing dengan rebusan daun alpokat dan merendam kaki menggunakan air hangat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan terapi kompres parutan jahe untuk menurunkan intenstas nyeri pada pasien nyeri sendi. Metode: Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer pada pasien hipertensi yaitu pemberian air rebusan daun alpukat. Penurunan tekanan darah merupakan salah satu efek dari pemberian air rebusan daun
alpukat sebanyak 200 ml satu kali sehari selama satu minggu. Daun alpukat mengandung flavonoid, saponin dan alkaloid. Terapi komplementer degan merendam kaki denganm air hangat menghasilkan energi kalor yang bersifat mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah juga meransang saraf yang ada pada kaki untuk mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga menyebabkan perubahan tekanan darah. Kemudian terapi komplementer untuk mengurangi nyeri sendi yaitu menggunakan Kompres parutan jahe memiliki efek untuk menurunkan intenstas nyeri pada pasien nyeri sendi. Hasil: Menunjukan
hasil yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah tinggi yaitu sebelum diberikan intervensi TD: 170/90 mmhg setelah diberikan intervensi didapatkan TD : 135/80 mmhg. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer pemberian air rebusan daun alpukat diikuti dengan merendam kaki menggunakan air hangat yang telah dilakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi. Kemudian teapi komplementer Kompres parutan jahe untuk mengurangi nyeri telah dilakukan menunjukan perbaikan. Oleh karena itu, penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.
alpukat sebanyak 200 ml satu kali sehari selama satu minggu. Daun alpukat mengandung flavonoid, saponin dan alkaloid. Terapi komplementer degan merendam kaki denganm air hangat menghasilkan energi kalor yang bersifat mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah juga meransang saraf yang ada pada kaki untuk mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga menyebabkan perubahan tekanan darah. Kemudian terapi komplementer untuk mengurangi nyeri sendi yaitu menggunakan Kompres parutan jahe memiliki efek untuk menurunkan intenstas nyeri pada pasien nyeri sendi. Hasil: Menunjukan
hasil yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah tinggi yaitu sebelum diberikan intervensi TD: 170/90 mmhg setelah diberikan intervensi didapatkan TD : 135/80 mmhg. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer pemberian air rebusan daun alpukat diikuti dengan merendam kaki menggunakan air hangat yang telah dilakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi. Kemudian teapi komplementer Kompres parutan jahe untuk mengurangi nyeri telah dilakukan menunjukan perbaikan. Oleh karena itu, penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.