Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Petugas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Hastuti, Nurul
Advisor:
Hasnita, Evi
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Sikap, Motivasi, Pelatihan dan Kinerja
DOI:
-
Abstract :
Cakupan program KIA di puskesmas di Kota Bukittinggi masih belum memenuhi target, seperti: cakupan pemeriksaan kehamilan yang pertama (K1) sebesar 99% (target 100%), cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 75,4 % (target 95%), cakupan penanganan komplikasi kebidanan sebesar 75,4 % (target 80%) dan cakupan pelayanan nifas sebesar 91,1 % (target 95%). Survey awal terhadap 10 tenaga kesehatan kota Bukittinggi, 7 orang tidak melakukan kunjungan rumah bagi ibu yang baru siap melahirkan, 3 orang tidak termotivasi karena tidak ada manfaat yang dapat mereka ambil dari kegiatan tersebut, dan 2 orang tidak pernah mengikuti pelatihan tentang kewajiiban bidan terhadap ibu nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas Puskesmas Kesehatan Ibu dan Anak. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh tenaga kesehatan yang bergerak di Bidang KIA di wilayah kerja Dinas Kesehatan Bukittinggi, berjumlah 47 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, kemudian diolah dan dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat diketahui 55,1 % memiliki kinerja baik, 53,1 % sikap positif,53,1 % motivasi tinggi dan 57,1 % tidak ada mengikuti pelatihan tentang kesehatan ibu dan anak. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas yaitu sikap (p = 0,000 dan OR = 19,800), motivasi (p = 0,003 dan OR = 7,619) dan pelatihan (p = 0,004 dan OR = 7,650). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan ibu dan anak adalah sikap, motivasi dan pelatihan. Oleh sebab itu, diharapkan pada Dinas Kesehatan agar dapat memberikan kesempatan yang sama pada petugas Kesehatan Ibu dan Anak untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.