Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Putri, Eka Sari
Advisor:
Oktavianis
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Akseptor, Drop out, Keluarga Berencana.
DOI:
-
Abstract :
Fenomena cakupan akseptor KB aktif di Indonesia cenderung mengalami
penurunan dalam kurun 2 tahun terakhir, yaitu dari 74,8% di tahun 2016 menjadi
63,27% di tahun 2018. Hal ini juga terjadi di Puskesmas Mandiangin dengan
penurunan akseptor KB aktif (drop out KB) yang cukup tinggi yaitu sebesar 1112
akseptor drop out KB pada tahun 2019. Penelitian bertujuan untuk mengetahui
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Akseptor KB di Wilayah
Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin pada bulan Januari Februari tahun 2020 dengan populasi sebanyak 1943 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan besaran sampel sebanyak 95 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner penelitian, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat
menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden dengan paritas < 2,56,8% dukungan keluarga baik, 55,8% mengalami efek samping kontrasepsi ringan, 58,9% akseptor KB drop out. Ada hubungan paritas (p = 0,001, OR =4,8), dukungan keluarga (p = 0,005, OR = 3,6), peran petugas (p = 0,001, OR =4,5) dan efek samping kontrasepsi (p = 0,000) dengan drop out akseptor KB aktif.Disimpulkan bahwa paritas, dukungan keluarga, peran petugas dan efek samping kontrasepsi berhubungan signifikan dengan drop out KB. Disarankan kepada pihak petugas kesehatan untuk selalu memaksimalkan upaya sosialisasi serta mengikutsertakan pihak suami dalam konsultasi KB agar pengetahuan kedua pasangan dapat ditingkatkan dan dapat memahami manfaat serta tujuan dariKeluarga Berencana.
penurunan dalam kurun 2 tahun terakhir, yaitu dari 74,8% di tahun 2016 menjadi
63,27% di tahun 2018. Hal ini juga terjadi di Puskesmas Mandiangin dengan
penurunan akseptor KB aktif (drop out KB) yang cukup tinggi yaitu sebesar 1112
akseptor drop out KB pada tahun 2019. Penelitian bertujuan untuk mengetahui
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Akseptor KB di Wilayah
Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin pada bulan Januari Februari tahun 2020 dengan populasi sebanyak 1943 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan besaran sampel sebanyak 95 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner penelitian, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat
menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden dengan paritas < 2,56,8% dukungan keluarga baik, 55,8% mengalami efek samping kontrasepsi ringan, 58,9% akseptor KB drop out. Ada hubungan paritas (p = 0,001, OR =4,8), dukungan keluarga (p = 0,005, OR = 3,6), peran petugas (p = 0,001, OR =4,5) dan efek samping kontrasepsi (p = 0,000) dengan drop out akseptor KB aktif.Disimpulkan bahwa paritas, dukungan keluarga, peran petugas dan efek samping kontrasepsi berhubungan signifikan dengan drop out KB. Disarankan kepada pihak petugas kesehatan untuk selalu memaksimalkan upaya sosialisasi serta mengikutsertakan pihak suami dalam konsultasi KB agar pengetahuan kedua pasangan dapat ditingkatkan dan dapat memahami manfaat serta tujuan dariKeluarga Berencana.