Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh Propinsi Jambi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Suryanti
Advisor:
Oktavianis
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, pola asuh, penyakit infeksi, ekonomi, status gizi.
DOI:
-
Abstract :
Hampir setengah dari seluruh kematian balita yang disebabkan kekurangan gizi. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa banyak balita yang memiliki masalah gizi disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pemenuhan asupan gizi balita. Survei awal terhadap 10 orang balita, didapatkan 8 orang status gizi kurang. Sebanyak 2 orang tua tidak mengetahui asupan gizi yang baik untuk anak, 3 orang tidak memberikan pola makan yang sesuai, 2 orang anak pernah mengalami diare dan ISPA dan 3 orang memiliki penghasilan kurang dari UMR. Tujuan penelitian untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu alita yang berkunjung ke Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh, rata-rata kunjungan 225 orang per bulan pada tahun 2019, dengan pengambilan sampel secara convenience sampling sebanyak 69 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian angket dan observasi, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat didapatkan 42,0 % memiliki pengetahuan rendah, 37,7 % pola asuh kurang baik, 40,6 % ada penyakit infeksi, 50,7 % ekonomi rendah dan 56,6 % memiliki balita dengan status gizi baik. Hasil bivariat tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,126), serta ada hubungan pola asuh ibu (p = 0,009 dan OR = 4,359), penyakit infeksi (p = 0,008 dan OR = 4,350), dan ekonomi (p = 0,038 dan OR = 3,200) dengan status gizi balita. Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah pola asuh ibu, penyakit infeksi dan ekonomi. Diharapkan pada petugas agar meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pengetahuan gizi balita serta upaya pencegahan terjadinya status gizi kurang baik pada balita.