Studi Fenomenologi Ibu yang Memilih Persalinan Sectio Caesarea tanpa Indikasi Medis di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Irmanengsih, Rike
Advisor:
Nurhayati
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Persalinan, Sectio caesarea tanpa indikasi medis.
DOI:
-
Abstract :
Fenomena yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kumun yaitu tingginya animo masyarakat untuk bersalin secara sectio caesarea meskipun tanpa indikasi medis, dimana ditemukan sebesar 30% dari seluruh ibu yang melahirkan secara Sectio Caesarea merupakan SC tanpa indikasi medis sepanjang tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fenomenologi ibu yang Memilih Persalinan Sectio Caesarea tanpa Indikasi Medis di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh tahun 2020. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan study fenomenologi. Informan pada penelitian ini adalah seluruh elemen terkait pelaksanaan persalinan sectio caesarea khususnya tanpa indikasi medis yaitu sebanyak 8 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar wawancara mendalam. Analisis data lapangan model Miles and Huberman, yaitu reduksi data, display data dan verifikasi atau conclusing drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan persalinan dengan sectio caesarea tanpa indikasi medis dilatarbelakangi oleh faktor rasa takut dan cemas terhadap rasa sakit pada persalinan normal. Adanya dukungan yang baik dari anggota keluarga, adanya keterlibatan anggota keluarga dalam pemilihan metode persalinan serta adanya dukungan dari pihak petugas penyelenggara persalinan yang lebih mengedepankan untuk menghargai hak-hak pasien dalam memiliki jenis persalinan yang diinginkan. Adanya gangguan rasa nyaman berhubungan dengan nyeri insisi abdomen dan belum adanya upaya konkrit dari pihak berwenang yang dapat membatasi peningkatan fenomena tersebut. Disimpulkan bahwa peningkatan persalinan dengan metode sectio caesarea tanpa indikasi medis dilatarbelakangi oleh rasa takut akan rasa sakit pada persalinan normal serta belum adanya usaha konkrit dari pihak-pihak terkait untuk membatasi persalinan dengan sectio caesarea tanpa indikasi medis di wilayah kerja Puskesmas Kumun.