Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food, Aktifitas Fisik Dan Body Image Dengan Status Gizi Remaja Putri Pada Siswa Smkn Negeri I Kota SolokTahun 2015

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sarifatunnisa, Rahmi
Advisor:
Femelia,Welly
Kusoema,Rahmi Sari

ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Konsumsi Fast Food, Aktifitas Fisik Dan Body Image
DOI:
-
Abstract :
Status gizi merupakan keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan, tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia. Berdasarkan data riskesdas (2013) terdapat 33,7% remajamengalami status gizitidak normal. Meningkatnya prevelensi status gizi yang tidak normal disebabkan ketidakseimbangan masukan energi dan keluaran energi serta kebiasaan remaja mengkonsumsi fast food, persepsi remaja terhadap body image dapat menentukan pola makan serta status gizinya. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan kebiasaan konsumsi fast food, aktifitas fisik dan body image dengan status gizi remaja putri pada siswa SMKN Negeri IKota Solok Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI SMKN 1 Solok dengan jumlah 478 orang dan dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Dari hasil analisis univariat didapatkan 65,1% responden memiliki status gizi tidak normal. Terdapat 52,8% responden memiliki kebiasaan sering mengkonsumsi fast food, 61% responden mempunyai aktifitas fisik ringan dan 62,4 % responden memiliki body image yang negatif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food, aktifitas fisik, dan body image dengan status gizi remaja, dengan nilai p dan OR berturut-turut (p=0,006; OR=2,287, p=0,000; OR=3,702, p= 0,043; OR= 1,878). Diharapkan kepada pihak sekolah dan petugas kesehatan untuk bekerjasama dalam memberikan informasi kesehatan remaja khususnya tentang status gizi. Disamping itu siswi juga disarankan lebih aktif dalam peningkatan pemahaman tentang status gizi remaja.
Download From Google Drive