Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Dan Musik Mozart Effect Terhadap Meningkatkan Motorik Halus Anak Autisme Umur 6 12 tahun di SLB Autisma YPPA Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sari, Renny Mutiara
Advisor:
Silvia
Wahyuni
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Autisme, musik, motorikhalus,puzzle, terapibermain.
DOI:
-
Abstract :
Keterbatasan perkembangan dan intelegensi pada anak dengan autime juga merambah pada aspek perkembangan motorik halus yang cenderung memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pada anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Diiringi Musik Terhadap Meningkatkan Motorik Halus Anak Autisme Umur 6 12 tahun di SLB Autisma YPPA Kota Bukittinggi Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah quasyeksperimen dengan pendekatan one group pre test post test design. Penelitian ini telah dilakukan di SLB YPPA Autisma Bukittinggi pada bulan Oktober tahun 2019 Januari 2020. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak autisme di SLB YPPA Bukittinggi yaitu sebanyak 7. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan besaran sampel sebanyak 7 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji shapiro wilk didapatkan nilai Pvalue >0,05, sehingga sebaran data hasil penelitian adalah normal dan memenuhi syarat untuk statistik parametrik menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan motorik halussebelum intervensia dalah 6,7 dan setelah intervensi adalah 7. Tidak ada pengaruh terapi bermain puzzle diiringi musik terhadap peningkatan perkembangan motorik halus anak autisme, secara statistik didapatkan nilai p = 0,356. Disimpulkan bahw apemberian terapi bermain puzzle dan music mozart effect sebanyak 4 kali interfensi tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perkembangan motorik halus pada anak autisme, untuk itu disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melanjutkan penelitian ini dengan durasi waktu dan frekuensi intervensi yang lebih panjang agar dapat mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle diiringi musik terhadap perkembangan motorik halus pada anak autisme.