Evaluasi Pencapaian Millenium Development Goals poin Angka Kematian Ibu di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rodina
Advisor:
Hasnita, Evi
Rusti, Sukarsi
Rusti, Sukarsi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
MDG’s, Akses Pelayanan, Puskesmas PONED, Kebijakan Pemerintah
DOI:
-
Abstract :
Kesepakatan MDGs mentargetkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. Data World Health Organization (WHO) menyatakan AKI negara maju lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang dengan rentang 9 per 100.000 kelahiran hidup di Eropa dan 301 per 100.000 kelahiran hidup di Afrika. Negara ASEAN, AKI terendah yaitu di Brunei Darussalam sebesar 13 per 100.000 kelahiran hidup dan Singapura 14 per 100.000 kelahiran hidup, sementara AKI Indonesia sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. AKI Pasaman Barat tahun 2014 adalah 162 per 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian MDGs angka kematian ibu di Pasaman Barat. Jenis penelitian ini adalah qualitatif research. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat pada Oktober 2015. Populasi penelitian adalah petugas kesehatan di Pasaman Barat, pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan analisa data dilakukan dengan cara conclution. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa AKI Pasaman Barat masih tinggi yaitu 162 per 100.000 kelahiran hidup, penyebab kematian ibu adalah perdarahan, preeklamsia, dan penyakit jantung. keadaan social ekonomi masyarakat dan akses pelayanan kesehatan yang masih sulit, pukesmas PONED belum berjalan dengan baik di Kabupaten Pasaman Barat, dan kebijakan pemerintah dalam penampatan bidan jorong belum berjalan dengan baik.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa AKI masih tinggi di Pasaman Barat, untuk itu disarankan perlu didata ulang pelaksanaan Puskesmas PONED termasuk penyediaan tenaga medis dan para medis yang melaksanakan penanganan kegawatdaruratan obstetric dasar sehingga PONED dapat berjalan dengan baik dan dapat menurunkan AKI di Pasaman Barat.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa AKI masih tinggi di Pasaman Barat, untuk itu disarankan perlu didata ulang pelaksanaan Puskesmas PONED termasuk penyediaan tenaga medis dan para medis yang melaksanakan penanganan kegawatdaruratan obstetric dasar sehingga PONED dapat berjalan dengan baik dan dapat menurunkan AKI di Pasaman Barat.