Determinan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Kuok Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Oktaviana, Winda
Advisor:
Harisnal
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pola Makan Balita, Riwayat BBLR, Status Gizi Ibu, Kejadian Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Di Wilayah kerja Puskesmas Pasar Kuok banyaknya kejadian Stunting tidak hanya menyebabkan gangguan pertumbuhan badan namun perkembangan anak balita, seperti perkembangan motori halusnya berdasarkan data yang di dapat dari puskesmas pasar kuok jumlah balita 1853 orang dengan 139 orang balita yang mengalami stunnting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinan stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Kuok Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2019. Jenis penelitian adalah case control dengan pendekatan retrospective yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Kuok Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan September-Februari 2020. Populasi seluruh balita sebanyak 1853 orang. sampel terdiri dari sampel kasus sebanyak 139 dan kontrol sebanyak 139. Data dikumpulkan menggunakan lembar cheklist dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil didapatkan 50,0% balita mengalami stunting. Sebesar 41,7% balita memiliki pola makan kurang. Sebesar 46,4% balita memiliki riwayat BBLR. Sebesar 49,3% ibu mengalami KEK saat hamil. Terdapat hubungan pola makan balita (p(value) = 0,005 dan OR = 2,9), riwayat BBLR balita (p(value) = 0,001 dan OR = 2,3) dan status gizi ibu saat hamil (p(value) = 0,0005 dan OR = 3,1) dengan kejadian stunting pada balita. Dapat disimpulkan bahwa dengan hubungan pola makan balita, riwayat BBLR balita dan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan Perlu adanya langkah edukasi kepada para ibu oleh Puskesmas tentang pentingnya mengatur pola makan balita dan juga pentingnya memperhatikan status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat berpengaruh pertumbuhan janin yang sedang dikandung, serta peningkatan pelayanan dari posyandu agar kejadian stunting dapat diminimalisir.