Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi (Fe) Pada Siswi Kelas I dan II SMAN 4 Payakumbuh tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ahmadi, Fadly
Advisor:
Santy, Rini
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Anemia, siswi
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi anemia pada wanita usia subur (WUS) di negara-negara berkembang diperkirakan 45% dan 13% di negara maju. Di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri 13-18 tahun dan wanita usia subur 15-49 tahun masing-masing sebesar 22,7 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia defisiensi besi (fe) pada siswi kelas I dan II SMAN 4 payakumbuh. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. dilaksanaan pada bulan September 2015 pada 78 orang. Prosedur pengambilan sampel adalah simple random sampling (acak sederhana). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner sedangkan kadar Haemoglobin diukur dengan metode sahli.. Analisa data dilakukan melalui analisis Univariat dan Bivariat yang pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yaitu uji chi-square. Berdasarkan analisis univariat didapatkan, 43 (55,1%) yang mempunyai pola makan kurang baik, 46 (59%) berpengetahuan tinggi terhadap anemia, 63 orang (34,6%) mempunyai pola menstruasi normal, dan 30 orang (38,5%) menderita anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan, pengetahuan, dengan kejadian anemia, dengan nilai p dan OR berturut-turut p value = 0,020 dan OR = 3,536, p value = 0,003 dan OR = 4,650. Sedangkan pada pola menstruasi tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,874 dan OR = 0,760) Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan pengetahuan dengan kejadian anemia defisiensi besi (fe) pada siswi kelas Idan II SMAN 4 payakumbuh. Untuk itu diharapkan agar ada dukungan prioritas kegiatan dari pemerintah kota Payakumbuh, ada jadwal kunjungan rutin dan penyuluhan kesehatan dari puskesmas ke sekolah serta meningkatkan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah dan kerjasama antara sekolah dengan Puskesmas.