Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Anggraini, Elva Dewi
Advisor:
Hasnita, Evi
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Demam Berdarah Dengue (DBD )
DOI:
-
Abstract :
Tingginya kasus DBD untuk masing-masing nagari di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung, padahal program pencegahan DBD telah dilaksanakan oleh petugas kesehatan yang ada. Sampai dikembangkan sebuah metode promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pemberantasan penyakit DBD di sekitar tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desaian cross sectional dimana Variabel Independen dan Dependen di ukur secara bersamaan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat /kk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2014 yaitu sebanyak 6109 kk, sampel pada penelitian ini sebanyak 98 kk di ambil secara acak. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa 91,8% responden memiliki pengetahuan yang tinggi tentang kejadian DBD, 54,1% responden memiliki memiliki Prilaku 3M mengenai DBD, 75,5% terdapat jentik nyamuk, 50% responden memiliki sikap yang positif terhadap kejadian DBD. Tidak ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Kejadian DBD (OR=0,574). Ada hubungan yang signifikan antara Prilaku 3M (OR= 27,950) dan keberadaan jentik (OR= 0,144) dengan Kejadian DBD. Diharapkan bagi ibu rumah tangga agar harus aktif dalam mencari tahu bahaya dan cara pencegahan DBD dengan mengikuti penyuluhan dan jendela yang ada dirumah harus dibuka dan ditutup secara teratur serta menambah kawat berdiameter yang lebih kecil agar mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjutnya dengan menggunakan penelitian jenis kualitatif, sehingga informasi tentang faktor-faktor yang terkait dengan pelaksanaan 3 M plus bisa dibahas secara mendalam seperti sarana dan keterpaparan media.