Hubungan Peran Petugas Kesehatan, Peran Keluarga dan Lingkungan Masyarakat dengan Pemutusan Mata Rantai Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2019

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Yulfanela, Tiara
Advisor:
Hasnita, Evi
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pemutusan Mata Rantai Penularan DBD, Peran Petugas Kesehatan, Peran Keluarga, Lingkungan Masyarakat.
DOI:
-
Abstract :
Data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto pada tahun 2016 yaitu 21 kasus dan tahun 2017 yaitu 46 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan, peran keluarga dan lingkungan masyarakat dengan pemutusan mata rantai penularan DBD di wilayah kerja puskesmas sungai durian Kota Sawahlunto tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 97 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 97 responden terdapat sebanyak 49 (50,5%) responden yang pemutusan mata rantai penularan DBD kurang baik dan 48 (49,5%) responden yang pemutusan mata rantai penularan DBD baik. Dan uji statistik yang didapat bahwa ada hubungan antara peran petugas kesehatan (p=0,018, OR=2,933), peran keluarga (p=0,001, OR=4,571), lingkungan masyarakat (p=0,000, OR=12,500) dengan pemutusan mata rantai penularan DBD. Diantara semua variabel yang diteliti, yang paling banyak memiliki peluang resiko untuk pemutusan mata rantai penularan DBD kurang baik adalah lingkungan masyarakat yang beresiko. Diharapkan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto agar selalu menyadari pentingnya melakukan kegiatan 3M Plus secara rutin untuk memutus mata rantai penularan DBD sebagai upaya pencegahan penyakit DBD.
Download From Google Drive