Efektivitas Pemberian Penyuluhan Pencegahan Hipertensi dengan Metode Konseling dan Ceramah Terhadap Perubahan Perilaku Pada Lansia di Puskesmas X Koto II Kabupaten Tanah datar Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Marnita
Advisor:
Lazdia, Wenny
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Konseling, ceramah, perilaku, lansia, hipertensi.
DOI:
-
Abstract :
Hipertensi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada lansia. Begitu juga di wilayah kerja Puskesmas X Koto II Kabupaten Tanah datar dimana tercatat 101 kasus hipertensi pada lansia. Permasalahan utama bagi penderita hipertensi adalah kedisiplinan dalam modifikasi gaya hidup dalam pengontrolan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Penyuluhan Pencegahan Hipertensi dengan Metode Konseling dan Ceramah Terhadap Perubahan Perilaku Pada Lansia di Puskesmas X Koto II Kabupaten Tanah datar Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pendekatan pre testpost test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas X Koto II yaitu sebanyak 101 kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 16 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner perilaku. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t-independent test Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektifitas penyuluhan dengan metode konseling dan ceramah terhadap perubahan perilaku indikator sikap dengan beda rata-rata perubahan 2,875 dan p = 0,006, tindakan dengan beda rata-rata 2,5 dan p = 0,021 dan tidak terdapat perbedaan efektifitas konseling dan ceramah pada indikator pengetahuan dengan beda rata-rata 0,37 dan p = 0,732. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan metode konseling lebih efektiv dalam meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada lansia khususnya pada indikator sikap dan tindakan sedangkan pada indikator pengetahuan menunjukkan tidak adanya perbedaan efektifitas kedua metode penyuluhan yang dilakukan. Maka dari itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat lebih memfokuskan edukasi hipertensi dengan metode konseling pada lansia, yang terbuktif lebih efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi.