Perbedaan Pelaksanaan 3M Dan 3M Plus Terhadap Kepadatan Vektor Nyamuk Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Puskesmas Kematan Lima Kaun I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Junetri, Nofan Eka
Advisor:
Hasnita, Evi
Sari, Mila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
3M dan 3M Plus, nyamuk Aedes Aegypti, DBD.
DOI:
-
Abstract :
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi persoalan di Indonesia karena angka morbiditas DBD sekarang belum mencapai target pemerintah yaitu kurang dari 49 per 100. 000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pelaksanaan 3m Dan 3m Plus Terhadap Kepadatan Vektor Nyamuk Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum I Di Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel yang dilakukan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan disain penelitian yang digunakan adalah desain Quasi-Eksperimen dengan rancangan perlakuan ulangan (pretest and Posttest only), Desain ini melibatkan dua kelompok yang dipilih secara acak/random, kemudian diberi (perlakuan).untuk mengetahui keadaan awal, dengan variabel independennya diberikan perlakuan 3M dan 3M Plus. Dan variabel dependennya kepadatan nyamuk Aedes Aegypti. Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum pelaksanaan 3M menunjukkan bahwa rata-rata kepadatan jentik 12,90 dengan standar deviasi 5,49. Dan sebelum pelaksaan 3M plus menunjukan nilai rata-rata 12,00 dengan standar deviasi 5,49 setelah pelaksanaan 3M dan 3M plus didapatkan hasil 3M adalah 6.90 dengan standar deviasi 4.094 dan 3M Plus 0.00 dengan standar deviasi 0.00. berdasarkan hasil uji Ttest di peroleh nilai signifikan yaitu
Download From Google Drive