Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Sawahlunto Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Mandasari, Ruri
Advisor:
Harisnal
Adriani
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kebiasaan menggantung pakaian, riwayat DBD, kepadatan hunian.
DOI:
-
Abstract :
Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD di Indonesia selalu mengalami peningkatan dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang belum dapat ditanggulangi. Penyakit DBD bahkan endemis hampir di seluruh provinsi. Salah satu wilayah endemis yaitu di kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD di wilayah kerja puskesmas kota Sawahlunto. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita DBD pada bulan September 2018 sampai bulan Februari 2019 berjumlah 18 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 18 kasus dan 54 kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 72 responden didapatkan hasil analisa univariat kebiasaan menggantung pakaian yaitu 33 responden (46%) yang memiliki kebiasaan menggantung pakaian, riwayat DBD yaitu 35 responden (48,7%) yang memiliki riwayat DBD, kepadatan hunian yaitu 26 responden (36%) yang tidak memenuhi syarat kepadatan hunian sedangkan analisa bivariat kebiasaan menggantung pakaian (Pvalue=0,0005, OR=10,00), riwayat DBD (Pvalue=0,006, OR=5,500), dan kepadatan hunian (Pvalue=0,0005, OR=12,250). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian DBD di wilayah kerja puskesmas kota Sawahlunto tahun 2019. Hasil penelitian ini menyarankan agar masyarakat tetap memelihara kebersihan rumah dari jentik nyamuk walaupun memiliki hunian yang padat.