Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Case Detection Rate oleh Petugas TB Puskesmas Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2019

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Deni, Satria
Advisor:
Yanti, Cici Apriza
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Case Detection Rate (CDR), TB (tuberkulosis).
DOI:
-
Abstract :
Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kabupaten Lima Puluh Kota mempunyai angka penemuan kasus tuberkulosis paru BTA positif (CDR TB) di bawah target nasional 70% yang telah ditetapkan .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian petugas terhadap Case Detection Rate (CDR di Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas TB pada Puskesmas berjumlah 66 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 39.4 % responden mempunyai pengetahun rendah tentang TB, 27,3 % mempunyai sikap negatif, 71,2% dengan masa kerja >2 tahun, 66,6% tidak melakukan penemuan penderita secara aktif. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan case detection rate adalah pengetahuan (p = 0,002 dan OR = 10,857), sikap (p = 0,012 dan OR = 12,143), tugas rangkap (p = 0,008 dan OR = 5,023), penemuan penderita secara aktif (p = 0,000 dan OR = 11,200), tidak ada hubungan pelatihan (p = 0,211 dan OR = 0,438), masa kerja (p = 1,000 dan OR = 1,016,), Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan case detection rate oleh petugas TB puskesmas adalah pengetahuan, sikap, tugas rangkap, penemuan penderita secara aktif. Oleh sebab itu perlu adanya komitmen dari petugas dalam kegiatan penemuan penderita TB secara aktif lewat kegiatan lintas program yang berkesinambungan dari petugas TB puskesmas, sehingga dapat meningkatkan penemuan kasus TB.
Download From Google Drive