Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Petugas Pompa Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Winda, Melvani
Advisor:
Maisyarah
Fatma, Fitria
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
APD, Pengawasan, Kebijakan, Ketersediaan, Persepsi, SPBU.
DOI:
-
Abstract :
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Provinsi Sumatera Barat(Sumbar) merupakan prasaranaumum yang disediakan oleh PT. pertamina dalam rangka memenuhi bahan bakar bagi masyarakat. Menurut data Badan Pusat Statistik jumlah kasus kecelakaan kerja pada tahun 2016 di Sumbar mencapai 101.367 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengawasan, kebijakan, ketersediaan dan persepsi terhadap penggunaan alat pelindung diri di SPBU Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah analitikdengan desain crossectional. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mai 2019 di SPBU Kota Bukittinggi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan pengambilan sampel menggunakan totalsamplingyaitu sebanyak 70 responden. Pengumpulan data yang dilakukan adalah primer dengan melakukan observasi dan wawancara mengenai variabel yang diteliti.Pengolahan data dengan tahap editing, coding, transering, tabulating, cleaning. Analisa data yang diolah menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Berdasarkan analisa univariat, 68 responden (97,1%) mengatakan tidak adanya pengawasan, 24 responden (34,3%) mengatakan tidak ada kebijkan, 66 responden (94,3) mengatakan tidak ada ketersediaan alat pelindung diri, dan 45 responden (61,4%) mempunyai persepsi tidak baik terhadap penggunaan alat pelindung diri. Analisa bivariat menunjukan adanya hubungan kebijakan (P value = 0,044) dan persepsi terhadap penggunaan (P Value =0,41) dan. Tidak ada hubungan pengawasan (P Value =0,316) dan ketersediaan alat pelindung dri (P Value =0,537). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat pelindung diri di SPBU Kota Bukittinggi berhubungan dengan kebijakan dan persepsi terhadap penggunaan alat pelindung diri. Diharapkan agar pihak Pertamina lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja seluruh pekerja agar dapat terhindar dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.