Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Banja Laweh Kec. Bukit Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yanti, Lidya Trima
Advisor:
Susanty, Shantrya Dhelly
Yuniliza
Yuniliza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ASI eklusif, konsumsi gizi ibu hamil dan pengetahuan gizi ibu stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia. Stunting adalah keadaan gizi kurang yang dilihat dari tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2SD. Dengan prevalensi kejadian stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota mencapai 29,8% tahun 2018. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya Stunting pada balita usia 12-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Banja Laweh Kabupaten Lima Puluh kota 2019. Penelitian ini menggunakan desain Crossectional dan dilaksanakan pada tanggal 06 Mei sampai 27 Mei 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang berusia 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Banja Laweh dengan sampel 184 balita yang dipilih dengan menggunakan analisi univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil analisis univariat diketahui sebanyak 53,3% berada pada TB normal. 67,9% responden yang tidak memberikan ASI eklusif, 52,2% responden memiliki konsumsi tidak baik saat hamil, 52,7% reponden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi. Berdasarkan analis bivariat ada hubungan yang bermakna antara ASI eklusif (pvalue 0,0005, OR 8,9), konsumsi gizi ibu hamil (pvalue 0,0005, OR 6) dan pengetahuan gizi ibu (pvalue 0,0005, OR 6,7) dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan yang paling berhubungan dengan kejadian stunting yaitu ASI eklusif. Diharapkan pada petugas kesehatan untuk berperan aktif memberikan pengetahuan tentang penting nya ASI eklusif selama 6 bulan. Selain itu diharapkan pada ibu untuk memperhatikan asupan gizi anak agar terhindar dari penyebab stunting.