Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan Radiasi Terhadap Radiografer Di RSUD Dr. Achmad Mocthar Bukittinggi Tahun 2019

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sandi, Witri
Advisor:
Silvia
Susanty, Shantrya Dhelly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Keselamatan, Radiasi, Radiologi.
DOI:
-
Abstract :
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diupayakan bagi seluruh pekerja rumah sakit termasuk pekerja radiasi Instalansi radiologi merupakan salah satu pelayanan medis spesialis penunjang di rumah sakit. Radiologi ini memanfaatkan sinar X untuk keperluan diagnosis. Sinar X merupakan jenis pengion yang paparan radiasinya selain dapat memberikan manfaat juga dapat menimbulkan bahaya. Untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan aspek-aspek manajemen keselamatan radiasi. Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan manajemen keselamatan radiasi terhadap petugas radiografer di RSUD Dr. Ahcmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2019 dan dilakukan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Desain penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan mengumpulkan data secara indeph interview (wawancara mendalam) dengan 8 informan, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik trigulasi sember dan teknik trigulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian didapat pada elemen pendidikan dan pelatihan semua radiografer memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan standar profesi radiografer yaitu D3. Sedangkan untuk pelatihan belum semua mengikuti, dari elemen peralatan proteksi radiasi bahwa tidak semua petugas radiografer penggunakan alat proteksi radiasi saat bekerja. Dari elemen pemeriksaan kesehatan belum secara optimal melakukan pemeriksaan kesehatan pada petugas radiografer. Kesimpulannya adalah penerapan keselamatan radiasi di Rumah Sakit Dr. Ahcmad Mochtar Bukittinggi perlu ditingkatkan mengenai kebijakan keselamatan radiasi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja bagi pekerja radiasi. Saran yang direkomendasikan adalah perlu segera dibentuk struktur dan tata kerja organisasi proteksi radiasi, membiasakan diri memakai film bidge saat bekerja, mengembangkan budaya keselamatan (safety culture), petugas radiasi mengikuti pelatihan dan menggunakan alat proteksi dengan konsisten.
Download From Google Drive