Perbedaan Perilaku Pencegahan ISPA Dengan Metode Konseling Pada Balita Dikelurahan Ganting Kota Padang Panjang Tahun 2019

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Ardila, Nike
Advisor:
Hasnita, Evi
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku, Konseling.
DOI:
-
Abstract :
ISPA di sebabkan karena bakteri, virus, jamur dan rickettsia. Bakteri yang dapat menyebabkan ISPA paling banyak adalah Haemophilus Influenza dan Streptoccocus pneumonia. Salah satu upaya memberikan pendidikan kesehatan tentang ISPA yang dilakukan oleh Puskesmas Gunung, yaitu dengan metode ceramah.Kelompok ibu posyandu mendapatkan penyuluhan oleh puskesmas tiap bulannya.Masalah yang ditemukan masih rendahnya perilaku orang tua terhadap pencegahan ISPA padabalita, Penemuan tiap tahun meningkat di Padang Panjang Timur Wilayah Kerja Puskesmas Gunung. Desain penelitian Pra-eksperimen dengan pendekatan One-Group PretestPosttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak balita sebanyak 100 orang dilakukan secara purposive sampling sebanyak 15 orang sampel. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi.Variable dependen yang diteliti adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap pencegahan ISPA pada balita.Variable independen yang diteliti adalah metode konseling. Hasil penelitian menggunakan uji T-test Dependen dan analisa menunjukkan adanya perbedaan secara statistic signifikan terhadap perilaku responden sebelum dan sesudah diberikan konseling pengetahuan (p=0.0005), sikap (p=0.0005) dan tindakan (p=0.0005) < 0.005. Disimpulkan bahwa adanya perbedaan perilaku responden terhadap pencegahan ISPA pada balita setelah diberikan perlakuan konseling dengan kunjungan atau door to door sebanyak enam kali. Diharapkan pada instansi kesehatan agar melakukan penyuluhan dengan metode konseling kunjungan kepada keluarga agar berkurangnya angka kesakitan tiap tahunnya.
Download From Google Drive