Analisa Peran Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Wulandari, Resty
Advisor:
Afrino, Reki
Wati, Del Fatma
Wati, Del Fatma
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Peran Keluarga, Gangguan Jiwa.
DOI:
-
Abstract :
Data Riskesdas (2018) menunjukan gangguan jiwa di Indonesia sebesar 7/1000 penduduk, data kabupaten/ kota di Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2017 tercatat sebesar 111.016, sedangkan berdasarkan profil kesehatan kabupaten tanah datar 2016, kunjungan rawat jalan Puskesmas Tahun 2016 meningkat sebanyak 601.044 jiwa. Di Puskesmas lima Kaum Kabupaten Tanah Datar terdapat 138 kasus gangguan jiwa berat sudah terdata. Tujuan penelitian adalah peran keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa di wilayah keja Puskesmas Lama Kaum Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019. Jenis penelitian kualitatif menggunakan desain studi fenomenologi, pada tanggal 20 juli sampai 29 juli 2019 di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, objek dalam penelitian ini 138 orang, dan partisipan penelitian sebanyak 6 orang, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ODGJ ditemukan tiga tema yaitu mengenal masalah keluarga ODGJ dengan kategori, penyebab, tanda gejala dan kata kunci, trauma marah-marah, ngamuk-ngamuk, bicara sendiri. Tema kedua perantara merawat kesembuhan keluarga ODGJ dengan kategori yang dilakukan dan memberi dukungan dan mendampingi minum obat dan mendampingi ke pelayanan kesehatan, dukungan kesembuhan, dukungan untuk pengobatan. Tema ketiga mempertahankan kesehatan dan perkembangan ODGJ dengan kategori otimal dan tidak optimal, dan kategori pengobatan, kesembuhan, merawat dan mengasuh. Kesimpulan penelitian adalah masalah keluarga dengan ODGJ dengan penyebab, tanda gejala dan kategori, trauma, obat-obatan, marah-marah, ngamukngamuk, dan bicara sendiri. Disarankan kepada keluarga untuk mengenal cara merawat, meredakan emosi, dan beri dukungan kepada ODGJ, dengan cara berkonsultasi dengan perawat jiwa di komunitas.