Faktor Determinan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Di Poli Paru RSUD Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Gusnita, Dila
Advisor:
Adriani
Putri, Yelmi Reni
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
TB Paru PMO, Peran Petugas, Dukungan Keluarga, Kepercayan dan Keyakinan, Kepatuahan Minum Obat.
DOI:
-
Abstract :
Penyakit TB Paru merupakan pengobatan jangka panjang untuk mencapai kesembuhan. WHO 2016, kasus kematian TB Paru laki-laki 5,4 juta jiwa, perempuan 3,5 juta, 1 juta pada anak. Kabupaten pasaman barat merupakan urutan ke 8 penyumbang kasus TB Paru terbanyak di provinsi sumatera barat. Jumlah pasien di poli paru RSUD Pasaman barat mengalami peningkatan 3 tahun terakhir yaitu tahun 2016 (35 kasus), tahun 2017 (37 kasus) dan tahun 2018 (40 kasus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor determinan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di poli paru RSUD pasaman barat. Jenis penelitian ini observasi analanalitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien yang masih aktif mengkonsumsi OAT sebanyak 40 orang. Pengambilan sampel menggunakan acidental sampling dengan sampel 40 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembaran kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisa data univariat diketahui 13 (32,5%) responden yang tidak patuh, 55,5 % peran PMO baik, 62,5% peran petugas baik, 50% dukungan keluarga kurang baik, 75% keyakinan tinggi. Hasil bivariat ada hubungan antara PMO nilai p=0,013 dan OR=7,91, peran petugas p= 0,041 dan OR =4,57, kepercayaan dan keyakinan p=0,006 dan OR= 9,33, dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru. Hasil multivariat kepercayaan dan keyakinan p= 0,006 dan OR = 7, 198. Dapat disimpulkan bahwa PMO, peran petugas, dukungan keluarga, kepercayaan dan keyakinan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru. Untuk itu diharapkan petugas kesehatan agar dapat meningkatkan edukasi kepada pasien agar pemahaman pasien tentang pengobatan TB Paru meningkat, serta keluarga dan PMO dapat memberikan peran yang maksimal dalam pengawasan pengobatan pasien TB Paru.