Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Harahap, Ervina Yanti
Advisor:
Oktarina, Rola
Wahyuni, Aria
Wahyuni, Aria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku Pencegahan, Ulkus Dibetikum, Diabetes Mellitus.
DOI:
-
Abstract :
Ulkus diabetikum merupakan komplikasi umum yang sering terjadi pada pasien DM, begitu juga di Kota Bukittinggi dimana RSUD Dr. Achmad Mochtar yang merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan di Kota Bukittinggi melaporkan sebanyak 563 kasus DM dengan 73 kasus DM. perilaku pencegahan komplikasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh pasien DM agar dapat mencegah terjadinya komplikasi, termasuk ulkus kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2019 Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien DM sepanjang bulan Desember 2018 yaitu sebanyak 334 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan besaran sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar kuisioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,9% responden berpengetahuan rendah, 88,6% tidak pernah ulkus, 51,4% sosial ekonomi rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pengetahuan ( p = 0,038, OR = 6) dan status sosial ekonomi (p = 0,028, OR = 6,417) dengan perilaku pencegahan komplikasi ulkus diabetikum, sedangkan variabel pengalaman ulkus tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan komplikasi ulkus diabetikum ( p = 0,619). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan status sosial ekonomi berhubungan signifikan dengan pencegahan ulkus diabetikum pada pasien DM di RS. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak, terutama pihak petugas kesehatan untuk lebih memaksimalkan edukasi dan konseling kepada pasien DM terutama pada kelompok berpengetahuan rendah dan dengan status sosial ekonomi rendah.