Pengaruh Pemberian Jahe (Zingiber) Hangat Untuk Mengurangi Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Hyperemesis Gravidarum Di Puskesmas Muaralabuh Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Nadya Eka
Advisor:
Nurhayati
Lazdia, Wenny
Lazdia, Wenny
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Jahe, hyperemesis gravidarum, ibu hamil trimester I.
DOI:
-
Abstract :
Jahe merupakan salah satu rempah alami yang dapat digunakan untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil secara non farmakologis, namun penggunaan jahe masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini juga ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Muaralabuh dengan temuan kejadian hyperemesis yang cukup tinggi yaitu ratarata 47 kasus setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jahe (Zingiber) Hangat untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I dengan Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Muaralabuh Tahun 2018 Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pre post test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I dengan hyperemesis gravidarum yaitu sebanyak 47 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan besaran sampel sebanyak 32 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan hyperemesis gravidarum pada kelompok intervensi adalah 13,62, sedangkan kelompok kontrol sebesar 2,75. Ada perbedaan penurunan rata-rata skor hyperemesis gravidarum antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 10,87 dan p-value = 0,000, artinya pemberian jahe hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dengan hyperemesis gravidarum. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jahe hangat mampu menurunkan derajat hyperemesis gravidarum karena jahe mengandung komponen yang disebut dengan gingerol sehingga berpengaruh untuk menurunkan frekuensi emesis gravidarum. Untuk itu diharapkan kepada pihak Puskesmas Muaralabuh dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil untuk memanfaatkan jahe sebagai alternatif aman sebagai teknik menurunkan hyperemsis gravidarum secara non farmakologi.