Hubungan Pemakaian High Heels terhadap Resiko Kejadian Fascitis Plantaris pada Sales Promotion Girl (SPG) di pusat pembelanjaan Ramayana Bukittinggi Tahun 2019

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Ramadhani, Mutiara
Advisor:
Nurhayati
Adenikheir, Annisa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
High Heels, Fascits Plantaris.
DOI:
-
Abstract :
Penggunaan high heels telah menjadi sebuah fenomena pada kalangan wanita terutama yang dianggap dapat meningkatkan daya tarik dan penampilan.salah satu resiko yang dapat terjadi dengan penggunaan high heels adalah keluhan-keluhan nyeri pada kaki, terutama nyeri pada plantar fascitis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh SPG di Ramayana Bukittinggi yaitu sebanyak 75 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,1% responden menggunakan high heels > 5cm, 75,6% menggunakan high heels 6 jam/hari,53,3% dengan IMT normal , 37,8 beresiko kejadian fascitis plantaris. Ada hubungan tinggi hihg heels (p= 0,019, OR = 5,85), berat badan (p = 0,028, OR = 5,06) dengan resiko kejadian fascitis plantaris dan tidak ada hubungan lama pemakaian high heels (p = 0,493) dengan resiko kejadian fascitis plantaris. Dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan dengan resiko kejadian fascitis plantaris adalah tinggi high heels dan berat badan, maka dari itu diharapkan kepada pengguna high heels untuk dapat memperhatikan jenis dan ukuran (tinggi) dan durasi penggunaan high heels agar tidak meningkatkan resiko gangguan kesehatan
Download From Google Drive